Lokasi: Gaya Hidup >>
Yudi Latif Peringatkan Bahaya Elite Akademik
Gaya Hidup3791 Dilihat
RingkasanDalam dunia pendidikan, meritokrasi merupakan sistem yang memberikan penghargaan atau kesempatan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan usaha individu, bukan karena latar belakang sosial, ekonomi, maupun keturunan. Yudi Latif, cendekiawan muda yang juga Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia, menyatakan sistem meritokrasi memang memberikan penghargaan terhadap prestasi dan kemampuan individu, namun di sisi lain sistem tersebut juga dapat melahirkan kelompok elite baru berbasis capaian akademik....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Akses-Pendidikan-Tak-Merata-Yudi-Latif-Ingatkan-Bahaya-Elite-Akademik.jpg)
Dalam dunia pendidikan,meritokrasi merupakan sistem yang memberikan penghargaan atau kesempatan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan usaha individu, bukan karena latar belakang sosial, ekonomi, maupun keturunan. Yudi Latif, cendekiawan muda yang juga Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia, menyatakan sistem meritokrasi memang memberikan penghargaan terhadap prestasi dan kemampuan individu, namun di sisi lain sistem tersebut juga dapat melahirkan kelompok elite baru berbasis capaian akademik. Hal itu disampaikan Yudi dalam diskusi publik bertajuk “Meritokrasi Pendidikan” yang dimoderatori Dr. Susetya Herawati, ST., M.Si dari Yayasan Suluh Nuswantara Bakti dan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muchlas Samani, Amich Alhumami, Ph.D, Dhitta Puti Sarasvati, M.Ed, serta Iman Zanatul Haeri, M.Pd.
Yudi mengatakan meritokrasi selama ini cenderung dipahami secara positif, namun dalam praktiknya sistem tersebut dapat bersifat positif maupun negatif tergantung konteks sosial dan karakter penerapannya. Menurut dia, akar persoalan pendidikan di Indonesia saat ini terletak pada ketimpangan kualitas antarwilayah, di mana distribusi guru dan sekolah bermutu yang belum merata membuat sejumlah daerah jauh lebih diuntungkan dibanding wilayah lainnya. Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses karena guru dan sekolah bermutu menumpuk di Jawa, sementara wilayah lain tertinggal.
Ia menilai penerapan meritokrasi yang hanya bertumpu pada nilai akademik berisiko melanggengkan diskriminasi apabila titik awal masyarakat dalam memperoleh pendidikan berkualitas tidak setara. Kondisi tersebut, lanjut Yudi, juga terlihat dalam proses seleksi beasiswa bergengsi seperti LPDP, di mana tanpa kebijakan afirmasi yang kuat, peserta dari wilayah Indonesia Barat akan terus mendominasi karena sejak awal memiliki ekosistem pendidikan yang lebih mapan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/4yo314v6a.html
Artikel Terkait
Ibunda As'ad Aras Akui Firasat Buruk Sebelum Penangkapan
Gaya HidupEmpat WNI jurnalis dan lima aktivis ditangkap Israel dalam insiden di perairan internasional pada Senin (18/5/2026). Satu dari aktivis yang ditahan adalah As'ad Aras Muhammad asal Sinjai, Sulawesi Selatan, bersama rekannya Hendro Prasetyo, setelah kapal kemanusiaan Kasr-1 yang mereka tumpangi diinterogasi dalam misi menuju Gaza....
Baca SelengkapnyaKode Redeem FC Mobile 19 Mei 2026, Klaim Sekarang
Gaya HidupSelasa (19/5/2026), beberapa kode FC Mobile tersedia untuk diklaim oleh para pemain. FC Mobile, yang merupakan nama baru dari FIFA Mobile, adalah permainan sepak bola online gratis yang dapat dimainkan melalui ponsel....
Baca SelengkapnyaWhatsApp Uji Tampilan Baru Kirim Foto Video di iPhone
Gaya HidupWhatsApp merilis pembaruan signifikan pada fitur berbagi media yang memungkinkan pengguna mengirim foto dan video lebih cepat tanpa harus meninggalkan tampilan percakapan, seperti dikutip dari MacRumors dan WABetaInfo. Sebelumnya, pengguna harus membuka menu "Photos" terlebih dahulu untuk mengakses seluruh galeri perangkat, namun kini pengguna cukup menggeser layar secara horizontal untuk melihat konten terbaru tanpa mengganggu percakapan yang sedang berlangsung....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Dede Sunandar Bongkar Kedekatan Karen dengan Teman Game
- Menkomdigi Wajibkan Nomor Telepon untuk Registrasi Medsos
- Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur, Ini Spesifikasinya
- Instagram Rilis Fitur Instants, Mirip Snapchat
- Era Tuchel, Foden-Palmer Korban Ketatnya Skuad Inggris
- Disney+ dan Hulu Dapat Tiga Fitur Baru Resmi
Artikel Terbaru
Paula Verhoeven Pamer KTP Baru, Singgung Status Jodoh
Wamena Resmi Operasi, Kapasitas Internet Tembus 40 Gbps
Apple Berlakukan Aturan Baru untuk Aplikasi Judi Brasil
Kode Redeem Fish It Roblox 19 Mei 2026 Klaim Hadiah
Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
Jepang Sorot Manipulasi AI Global dengan Situs Berita Palsu
Tautan Sahabat
- Chelsea Gantungkan Tiket Liga Eropa ke Manchester United
- Borneo FC Tertahan 0-0, Gagalkan Hattrick Persib Meredup
- 16 Maskot Piala Dunia: Willie hingga Maple, Zayu, Clutch
- Last Dance Ronaldo di Piala Dunia 2025
- Chelsea vs Manchester City Final Piala FA Penentuan Juara
- Cinta Lamine Yamal di Parade Barcelona, Palestina
- Rashford Ambil Estafet Messi di Parade Barcelona
- Brasil di Piala Dunia 2026: Dilema Romantisme Neymar
- Ricuh PSM vs Persib, Pemain Aman Tertahan di Ruang Ganti
- Pelatih Maroko Minim Pengalaman di Piala Dunia 2026