Lokasi: Travel >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Travel75 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/4mghenja0.html
Artikel Terkait
Tujuh Jenazah WNI Korban Kapal Karam Dipulangkan
TravelSebanyak 37 Warga Negara Indonesia (WNI) masih menjalani pemeriksaan setelah kapal tradisional yang mengangkut mereka diduga berlayar menuju Malaysia secara ilegal untuk tujuan bekerja. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui pernyataan Heni telah mengirimkan tim untuk menelusuri keluarga korban yang diduga berasal dari Sumatera Utara....
【Travel】
Baca SelengkapnyaKemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
TravelPelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni mengumumkan pengawasan ketat terhadap pelaku perjalanan dari Amerika Selatan, terutama Argentina, menyusul kasus penyebaran Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di Kapal MV Hondius. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Bakom RI, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026)....
【Travel】
Baca SelengkapnyaPCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
TravelLebih dari 50 organisasi pasien dan profesional, termasuk Endocrine Society, mendukung upaya perubahan nama Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS). Upaya ini merupakan hasil kolaborasi internasional selama 14 tahun antara peneliti, dokter, dan penyintas kondisi tersebut....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Profil Nico Paz, Wonderkid Argentina Incaran Piala Dunia 2026
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- Sidak KSP Temukan Dapur Tak Layak, Audit Nasional Digelar
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Artikel Terbaru
Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
Lima Kapolda Baru Dilantik, Panca Putra Promosi Kalemdiklat
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Tautan Sahabat
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD