Lokasi: Berita >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi BIB 2026 S2-S3
Berita144 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Magister Langsung Doktor (PMLD) sebagai terobosan baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/4ejqeyl24.html
Artikel Terkait
Israel Hentikan Relawan Sumud Flotilla, Netanyahu Pantau dari Tel Aviv
BeritaIsrael mulai mengintersepsi kapal-kapal Global Sumud Flotilla pada Senin pagi di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari pesisir Gaza. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut armada kemanusiaan itu sebagai upaya menerobos blokade laut yang diberlakukan terhadap Hamas, seperti dilansir Xinhua dalam pernyataannya pada Senin (19/5/2026)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaDokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
BeritaRetinopati diabetik sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak pasien tidak menyadari sampai penglihatan mulai terganggu. Bahkan jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPuan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
BeritaPuan Maharani mendesak mitigasi dini terhadap Hantavirus mengingat potensi penyebarannya perlu diwaspadai. Ketua DPR RI itu meminta seluruh stakeholder tidak menganggap remeh ancaman virus tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (12/5/2026)....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Klasemen MotoGP 2026: Diggia Teror Martin Usai Kecelakaan Marquez
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Haaland Bersandar Lesu di Tiang Gawang saat City Juara FA
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Artikel Terbaru
Pasangan Jepang Sekap Putri Disabilitas, Korban Malnutrisi
Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
PM Jepang Bantah Terlibat Video Serangan Politik
Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
Tautan Sahabat
- Aurel Eks JKT48 Menangis Gugup Perankan Karakter Era 1946
- Dede Sunandar Akui Perselingkuhan: Saya Tak Membantah
- Ardhito Pramono Puji Davina Karamoy, Tanda Serius Nikah
- Al Ghazali Jadi Ayah, El Rumi: Dulu Panggil Kakak
- Al Ghazali Beri Pesan ke Suami soal Proses Persalinan
- Raffi Ahmad Borong 100 Kambing Kurban dari Fadil Jaidi
- Ayu Aulia Dituding Duta Halusinasi Usai Akui Hubungan dengan Pejabat R
- Dewi Perssik Tak Mau Damai dengan Pelaku Pencatutan Nama
- Kuasa Hukum Erin Yakin Hadapi Kasus ART dan CCTV
- Fiersa Besari Minta Snack dan Buah untuk Riders Konser