Lokasi: Teknologi >>
Pelemahan Rupiah Dongkrak Ekspor Tambang dan Perkebunan
Teknologi94 Dilihat
RingkasanPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak ganda bagi perekonomian Indonesia, di mana depresiasi rupiah justru menjadi peluang bagi industri berbasis ekspor untuk meningkatkan pendapatan. Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan sektor yang paling diuntungkan adalah industri ekspor berbasis komoditas tambang dan perkebunan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-kelapa-sawit-tandan-buah-segar-CPO.jpg)
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak ganda bagi perekonomian Indonesia, di mana depresiasi rupiah justru menjadi peluang bagi industri berbasis ekspor untuk meningkatkan pendapatan. Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan sektor yang paling diuntungkan adalah industri ekspor berbasis komoditas tambang dan perkebunan. "Iya ada, ada juga. Pada saat rupiah melemah, ekspor-ekspor pasti akan kembali naik," ujar Ibrahim, seraya menambahkan kenaikan harga komoditas global berpotensi meningkatkan nilai ekspor Indonesia.
Meskipun demikian, keuntungan yang diraih pelaku usaha tidak sebesar yang dibayangkan karena biaya operasional seperti transportasi ikut melonjak. Ibrahim menjelaskan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat lonjakan harga minyak dunia membuat biaya distribusi dan pengiriman barang meningkat. Pihak yang justru paling diuntungkan menurutnya adalah pemerintah melalui peningkatan penerimaan pajak dari sektor komoditas. "Yang diuntungkan adalah pemerintah dari pajak. Pajaknya dapat gede karena harganya (komoditas) kan naik," ungkap Ibrahim.
Kondisi saat ini berbeda dengan periode perang Rusia-Ukraina ketika harga komoditas energi melonjak tajam akibat embargo negara-negara Barat terhadap Rusia. "Berbeda pada saat Rusia perang dengan Ukraina, kemudian Amerika-Eropa mengembargo Rusia terhadap minyak, batubara, itu untungnya besar," terangnya. Ibrahim menilai situasi sekarang lebih kompleks karena dipicu ketegangan di Selat Hormuz yang berdampak langsung terhadap distribusi minyak global.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/389d699604.html
Artikel Terkait
Kode Redeem FC Mobile 12 Mei 2026, Klaim Gems Gratis
TeknologiFC Points, Gems, paket pemain eksklusif, stamina tambahan, hingga item langka tersedia sebagai hadiah yang membuat permainan semakin seru dan membantu pemain bersaing lebih kompetitif saat menghadapi lawan di mode ranked maupun event khusus. Pemain hanya perlu login ke akun game masing-masing, lalu membuka menu pengaturan atau bagian khusus redeem code yang tersedia di dalam permainan....
Baca SelengkapnyaWaspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
TeknologiDr Inke Nadia Diniyanti Lubis, Dokter spesialis anak konsultan infeksi penyakit tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami ancaman penyakit Monkey Malaria. "Saya tahu di Indonesia ini masih banyak sekali masyarakat yang belum cukup paham," ujarnya dalam media briefing virtual pada Kamis (14/5/2026)....
Baca SelengkapnyaRadiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
TeknologiTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Ananda Mikola Pimpin MGPA, Mandalika Pusat Talenta Motorsport
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Kecelakaan Kereta Barang Vs Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Artikel Terbaru
Mojang Priangan dan Akademi Persib Melaju ke All-Stars Kudus
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
Siklus 9 Tahun Hubungan Trump-Xi: Mesra KTT Lalu Perang Tarif
9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Tautan Sahabat
- Yani Panigoro Terpilih Jadi Ketua PPTI, Bukan Dokter
- Kapolri Buka Suara Jabatan Kapolda Metro Jaya Bintang Tiga
- WNI Disiksa Sindikat Tambang Timah Ilegal Malaysia
- 50 Ucapan Hari Reformasi 21 Mei 2026 Penuh Makna
- 36 Kapolda Terbaru: Mayoritas Lulusan Akpol 1994
- Polemik Cerdas Cermat, Ketua Komisi II Minta Juri Dicopot
- Dokter Tifa Kritik UGM Soal Transparansi Ijazah Jokowi
- Prabowo Disambut Puan di DPR Bahas Ekonomi dan Fiskal
- Brigjen Arif Budiman Resmi Jabat Kapolda Maluku Utara
- Menkes Budi Gunadi Sadikin Tak Pernah Cantumkan Gelar Ir dan Drs