Lokasi: Bisnis >>
Daftar Barang Mahal Akibat Dolar AS Perkasa
Bisnis7 Dilihat
RingkasanPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipastikan akan langsung terasa di kantong masyarakat Indonesia. Hingga saat ini, rupiah masih kesulitan bangkit dari tekanan dolar AS yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran Rp 17.600. Kondisi ini membuat rupiah dinilai sulit kembali ke level normal. Ekonom dari Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mengungkapkan dampak paling signifikan dari pelemahan nilai tukar adalah inflasi yang tidak bisa dihindari. Hal ini terjadi karena Indonesia masih bergantung pada impor untuk berbagai kebutuhan harian. Dengan demikian, kenaikan harga barang impor akan langsung membebani daya beli masyarakat....
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/370c936199626.html
Artikel Terkait
Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
BisnisTekanan darah tinggi saat kehamilan atau preeklampsia menyebabkan lebih dari 70 ribu kematian ibu dan 500 ribu kematian janin setiap tahun di dunia. Tingginya risiko tersebut mendorong edukasi mengenai preeklampsia semakin penting, terutama bagi perempuan usia produktif....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPengadilan Houthi Yaman Hukum Mati 19 Terkait Koalisi Saudi
BisnisEmpat orang lainnya dijatuhi hukuman penjara antara dua hingga 10 tahun, kata kementerian dalam sebuah pernyataan. Kementerian menyebut para terdakwa terbukti membentuk kelompok bersenjata yang memberikan dukungan kepada koalisi pimpinan Arab Saudi antara 2015 hingga 2023....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaChina vs AS: Perbandingan Mitra Dagang Terbanyak
BisnisPersaingan perdagangan global antara Amerika Serikat dan Tiongkok semakin sengit dengan kedua negara berlomba memperluas jaringan mitra dagang ke berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika Latin. Di tengah ketegangan geopolitik dan perang tarif yang kerap memanas, muncul pertanyaan besar mengenai negara mana yang sebenarnya lebih banyak menjalin hubungan dagang dengan negara lain....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Aktris Iran Golshifteh Farahani Diduga Terkait Tamparan ke Macron
- DPR Filipina Makzulkan Wapres Sara Duterte, Terancam Diskualifikasi
- Nyamuk Wolbitos Senjata Brasil Lawan Demam Berdarah
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
Artikel Terbaru
Promo JSM Indomaret, Alfamart, Superindo: Minyak Fortune Rp42.900
PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
Trump Sebut Gencatan Senjata Kritis, Iran Siap Hadapi Segala Risiko
China Ungguli AS dalam Jumlah Mitra Dagang Global
DPR Semprot Gubernur BI soal Pernyataan Rupiah Stabil
Israel Rencanakan Serangan Baru ke Iran
Tautan Sahabat
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes