Lokasi: Pendidikan >>
Unpad Buka Beasiswa Pascasarjana 2026, S2-S3 Tuntas 4 Tahun
Pendidikan16279 Dilihat
RingkasanBeasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran 2026 resmi dibuka untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui skema pendampingan langsung dari promotor unggulan. Pendaftaran program ini dilakukan melalui mekanisme SMUP Reguler Pascasarjana dan berlangsung hingga 13 Juli 2026....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-Unggulan-Pascasarjana-Unpad-2026.jpg)
Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran 2026 resmi dibuka untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui skema pendampingan langsung dari promotor unggulan. Pendaftaran program ini dilakukan melalui mekanisme SMUP Reguler Pascasarjana dan berlangsung hingga 13 Juli 2026.
BUPP 2026 dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul melalui percepatan pendidikan. Penerima beasiswa akan memperoleh sejumlah fasilitas pendanaan yang mencakup biaya kuliah, biaya hidup, serta tunjangan penelitian. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan bimbingan langsung dari promotor yang kompeten di bidangnya.
Persyaratan pendaftaran meliputi: Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing; lulusan program Sarjana atau Sarjana Terapan yang terakreditasi oleh BAN PT/LAM-PTKes; memiliki IPK minimal 3,25 bagi lulusan dari Perguruan Tinggi di Indonesia atau GPA minimal 3,5 skala 4 bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri; memiliki sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran; serta sertifikat English Language Test (ELT) UNPAD yang masih berlaku (maksimal 2 tahun) dengan nilai minimal 525, atau tes kemampuan Bahasa Inggris dari institusi resmi yang diakui UNPAD.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/347reyit0.html
Artikel Terkait
Kisah Arsitek Morowali Kini Jadi Wakil Ketua DPRD
PendidikanIhwan Moh Thaiyeb kini menjabat sebagai Wakil Ketua I di Morowali. Anak keenam dari 10 bersaudara itu lahir dan besar di Desa Umbele, Kecamatan Bungku Selatan....
Baca SelengkapnyaBPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
PendidikanBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) justru menemukan fakta sebaliknya melalui temuan terbaru, di mana sejumlah produk yang dijual sebagai obat herbal ternyata mengandung bahan kimia obat keras yang berbahaya bagi tubuh. BPOM menemukan 22 merek Obat Bahan Alam (OBA) yang terbukti mengandung bahan berbahaya, menjadi perhatian serius karena produk-produk tersebut beredar luas dengan klaim mampu memberikan hasil cepat atau efek "cespleng" yang sering dicari masyarakat....
Baca SelengkapnyaPPTI Yakin Target TBC 2030 Tercapai Jika Semua Pihak Patuh
PendidikanKetua Umum Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Ir. Yani Yuhani Panigoro menyatakan optimisme sekaligus catatan penting dalam upaya pemberantasan TBC di Indonesia....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Ustaz Solmed Minta Polisi Usut Pelaku Fitnah Inisial
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
- Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil
- Pelaku Penyekapan Mahasiswi Nunukan Ditembak Polisi
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
Artikel Terbaru
Oknum ASN Tuban Divonis 8 Bulan Aniaya Petugas SPBU
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Yani Panigoro Soroti Perjuangan Kader Penyembuh TBC
Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Keluarga Sebut Badut Pembunuh Mertua Eksploitasi Anak
BPJS Kesehatan Perluas Cathlab untuk Pasien Jantung
Tautan Sahabat
- Blokade AS, Iran Imbau Warga Hemat BBM dan Listrik
- Hizbullah Serang Israel 14 Kali, Korban Lebanon Tembus 3.020 Jiwa
- Mesir Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi, UEA, Kuwait
- Aktivis Sumud Flotilla Berpelukan Usai Diculik Kapal Israel
- Meta PHK 8.000 Karyawan dan Hentikan 6.000 Rekrutmen
- Krisis Iran, Ancaman Invasi AS ke Kuba Meningkat
- Netanyahu Murka pada Menteri yang Siksa Relawan Flotilla
- Krisis Nafta Jepang Naikkan Harga Barang, Subsidi Bensin Disorot
- Pakistan Jadi Payung Nuklir Saudi, Ribuan Pasukan Dikerahkan
- PM Jepang Pertimbang Anggaran Tambahan 3 Triliun Yen