Lokasi: Kuliner >>
Beasiswa Double Degree Kemenag 2026 Masih Dibuka
Kuliner66383 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025, setelah sebelumnya menjalin kerja sama internasional dalam kerangka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026. Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengungkapkan perluasan ini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-BIB-Kemenag-2026.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025, setelah sebelumnya menjalin kerja sama internasional dalam kerangka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026.
Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengungkapkan perluasan ini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London. "Ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia serta mendukung pengembangan cendekiawan dan profesional yang terhubung secara global," jelasnya dalam keterangan resmi.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan PUSPENMA, Siti Maria Ulfa, menambahkan program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul dengan pengalaman akademik internasional. Calon pendaftar wajib memenuhi persyaratan, termasuk memiliki sertifikat resmi dari ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org). Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag dibuka mulai 1 April 2026 hingga 31 Mei 2026, dengan informasi lengkap tersedia di website resmi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/2zmtogw3c.html
Artikel Terkait
Pertumbuhan Ekonomi RI Mentereng, Rakyat Tak Rasakan
KulinerM. Rizal Taufikurahman, Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef, menyatakan meski ekonomi terlihat resilien, kondisi itu belum sepenuhnya mencerminkan fundamental yang kuat karena manfaat pertumbuhan belum dirasakan merata oleh kelas menengah dan sektor riil....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaWuling Eksion Mulai Diniagakan di India dengan Nama Starlight 560
KulinerWuling Motors memulai penjualan SUV 7-penumpang di Indonesia setelah sukses membukukan total surat pemesanan kendaraan (SPK) sebanyak 1. 000 unit....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaBYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
KulinerPemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) yang akan mulai diterapkan pada Juni 2026. "Saya belum bisa memberi tanggapan karena belum ada informasi resmi terkait hal tersebut," kata Luther saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026)....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Sampoerna Pimpin Pasar Tembakau di Tengah Tantangan 2025
- DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
- BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
- Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
- Aldi Taher Minta Maaf ke Dewi Perssik soal Klaim Anak
- Toyota Pantau Rupiah, Harga Mobil Terancam Naik
Artikel Terbaru
Al Nassr vs Al Hilal: Taruhan Gelar Cristiano Ronaldo
Honda Patenkan Motor Trail Listrik Rasa Konvensional
Schaeffler Ekspansi Baterai EV Jangkau Pasar Kalimantan
Toyota Setop Produksi Veloz Bensin Sejak Februari 2026
Raffi Ahmad Borong 100 Kambing Kurban dari Fadil Jaidi
Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
Tautan Sahabat
- Trump Tolak Proposal Damai AS-Iran, Sebut Dokumen Sampah
- Penembakan Masjid San Diego Diselidiki Motif Kebencian
- Tabrakan Kereta Maut Bangkok, Mirip Tragedi Bekasi Timur?
- Israel Hentikan Relawan Sumud Flotilla, Netanyahu Pantau dari Tel Aviv
- Trump Tolak Tawaran Iran, Sebut Gencatan Senjata Sekarat
- PM Greenland Tegaskan Wilayahnya Tak Akan Dijual ke AS
- Gedung Parlemen Filipina Diberondong Tembakan
- Wabah Ebola Kongo-Uganda Ditetapkan sebagai Darurat
- Tentara Israel Tangkap Jurnalis Republika di Kapal Misi Kemanusiaan
- Kecelakaan Kereta dan Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang