Lokasi: Otomotif >>

Ayu Azhari Lawan Normalisasi Kekerasan di Film Suamiku Lukaku

Otomotif29 Dilihat

RingkasanAyu Azhari memerankan karakter ibu Melayu sangat konservatif dalam film sarat pesan sosial tersebut. Ayu Azhari menceritakan karakter yang dimainkannya merupakan sosok perempuan yang hidupnya patuh pada tradisi Islami dan memiliki ketergantungan ekonomi penuh terhadap sang suami....

Ayu Azhari Lawan Normalisasi Kekerasan di Film Suamiku Lukaku

Ayu Azhari memerankan karakter ibu Melayu sangat konservatif dalam film sarat pesan sosial tersebut. Ayu Azhari menceritakan karakter yang dimainkannya merupakan sosok perempuan yang hidupnya patuh pada tradisi Islami dan memiliki ketergantungan ekonomi penuh terhadap sang suami. "Perannya di situ jadi ibunya Amina yang diperankan oleh Acha Septriasa. Di situ saya berperan sebagai perempuan yang memang konservatif, perempuan yang sangat mengikuti tradisi Islami, perempuan Melayu banget. Jadi yang hidupnya tergantung suaminya secara ekonomi," kata Ayu Azhari di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Ketergantungan tersebut membuat karakter yang dimainkan Ayu Azhari awalnya tidak memiliki ruang kebebasan menentukan pilihan hidup sendiri, termasuk menyuarakan ketidaksukaan terhadap perlakuan sang suami. Titik balik karakter ini terjadi ketika ia menyaksikan penderitaan sama menimpa putrinya sendiri, Amina. Sadar lingkaran nasib buruk harus diputus agar tidak turun-temurun, sang ibu akhirnya bangkit memberikan kekuatan baru bagi sang anak. "Dia enggak banyak kebebasan untuk menolak sesuatu yang dia enggak suka. Sampai akhirnya dia melihat itu terjadi pada anaknya, dan akhirnya dia memberikan motivasi bahwa hidup anaknya itu harus berubah, harus berani mengambil langkah. Jadi jangan hanya diam, karena diam itu nanti akan diteruskan lagi ke anaknya," jelas Ayu Azhari.

Melalui peran ini, kakak dari Sarah dan Rahma Azhari tersebut ingin menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh perempuan di Indonesia agar berani bersuara. "Jadi perannya cukup bagus di film ini. Ada imbauan ke masyarakat bahwa perempuan itu layak untuk bahagia. Di rumah tangga itu suami-istri berhak untuk bahagia keduanya, dan tidak boleh menormalisasi kekerasan," ujarnya. Bagi aktris senior tersebut, mendalami peran sebagai seorang ibu bukanlah hal baru.

Tags:

Artikel Terkait