Lokasi: Bisnis >>

Pembakaran Ponpes Lampung Dipicu Kembalinya Pimpinan Asusila

Bisnis5 Dilihat

RingkasanMFS kembali menjadi sorotan setelah warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo bertindak anarkis pada Jumat malam, 22 November 2024. Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana melalui Kabag Ops Kompol Firdaus menyatakan massa merusak sejumlah fasilitas di Pondok Pesantren Nurul Jadid karena emosi melihat MFS kembali ke lokasi....

Pembakaran Ponpes Lampung Dipicu Kembalinya Pimpinan Asusila

MFS kembali menjadi sorotan setelah warga Desa Sumberanyar,Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo bertindak anarkis pada Jumat malam, 22 November 2024. Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana melalui Kabag Ops Kompol Firdaus menyatakan massa merusak sejumlah fasilitas di Pondok Pesantren Nurul Jadid karena emosi melihat MFS kembali ke lokasi. MFS sebelumnya diduga terlibat tindak pidana pencabulan terhadap santriwati pada tahun 2022 lalu.

Atas kesepakatan bersama antara warga setempat dengan pimpinan pondok pesantren, MFS diminta meninggalkan pondok pesantren. "Adanya surat kesepakatan musyawarah antara warga setempat dengan pimpinan pondok pesantren yang mana salah satu isi surat kesepakatannya pimpinan pondok pesantren MFS meninggalkan pondok pesantren," kata Firdaus. Namun warga kembali emosi setelah mengetahui MFS kembali datang ke pondok pesantren untuk menemui cucunya. Warga lalu berkumpul usai Salat Jumat dan mendatangi ponpes untuk menyampaikan aspirasi agar MFS segera meninggalkan lokasi.

Awalnya situasi berjalan kondusif dan sempat tercapai kesepakatan bahwa MFS akan pergi sebelum pukul 00.00 WIB. Namun kondisi mulai memanas pada malam hari karena warga menilai tidak ada tanda-tanda MFS meninggalkan pondok pesantren. "Masyarakat mulai tidak sabar disebabkan Kiai MFS tidak segera meninggalkan Pondok Pesantren Nurul Jadid," ujar Firdaus. Sekitar pukul 23.00 WIB, massa yang jumlahnya mencapai sekitar 500 orang mulai bertindak anarkis.

Tags:

Artikel Terkait