Lokasi: Kesehatan >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi BIB 2026 S2-S3
Kesehatan93775 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Magister Langsung Doktor (PMLD) sebagai terobosan baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Magister Langsung Doktor (PMLD) sebagai terobosan baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ruchman menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/18ssh0lul.html
Artikel Terkait
131 Meninggal Akibat Ebola di Kongo, WHO Khawatir Penularan Cepat
KesehatanDirektur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan keprihatinan mendalam terhadap skala dan kecepatan epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo. "Saya sangat prihatin dengan skala dan kecepatan epidemi ini," kata Ghebreyesus kepada peserta Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa pada Selasa, sambil menyoroti jumlah kasus yang dilaporkan di wilayah perkotaan dan di kalangan tenaga kesehatan....
Baca SelengkapnyaHarga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
KesehatanHarga Dexlite saat ini mencapai Rp 26. 000 per liter dan Pertamina Dex sebesar Rp 27....
Baca SelengkapnyaInsentif EV Baru Jaga Momentum Transisi Kendaraan Listrik
KesehatanPT BYD Motor Indonesia berharap kebijakan insentif baru dari pemerintah dapat mempercepat transisi energi di Tanah Air. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther T....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Raim Laode: Bahagialah Kamu dengan Duniamu Chord
Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
Toyota Zenix Hybrid Fleet Rilis 2027, Fitur Diturunkan
Toyota GR Car Meet 2026 Pamerkan 400 Mobil Modifikasi di GBK
Rakernas PB IWbA Soroti Regenerasi Atlet Woodball
Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
Tautan Sahabat
- Aktivitas Ekonomi Warga Lesu Imbas Industri Nikel Melambat
- Jasa Marga Berlakukan Contraflow Tol Japek Saat Libur Panjang
- Zulhas Janjikan Skema SPPG Beli Ikan Nelayan
- Hubungan Ekonomi Indonesia-Belarus Diperkuat Lewat Sektor Dagang
- Emas Antam Stagnan di Rp2.839.000 per Gram Hari Ini
- BI Yakin Rupiah Menguat Juli 2026, Yakinkan DPR
- Menteri Koperasi Puji Adaptasi Teknologi KSP Nasari
- Legalisasi Rokok Ilegal Berisiko Cederai Penegakan Hukum
- Kisah Ratidjo Bangun Jejamuran, Kapok Miskin Kini Punya 2,5 Hektare Jamur
- Prabowo Tinjau Kopdes Merah Putih, Bantah Saingi Alfamart