Lokasi: Teknologi >>
Pendaftaran Jalur UM UNDIP Dibuka Hingga 11 Juni 2026
Teknologi61 Dilihat
RingkasanUniversitas Diponegoro (UNDIP) membuka pendaftaran Jalur UM (Ujian Mandiri) untuk Program Sarjana 2026 hingga 11 Juni 2026 secara daring. Jalur UM merupakan seleksi mandiri dengan metode tes tertulis berbasis komputer (CBT) secara online, sehingga peserta dapat mengikuti ujian dari lokasi yang ditentukan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-diponegoro-undip-semarang.jpg)
Universitas Diponegoro (UNDIP) membuka pendaftaran Jalur UM (Ujian Mandiri) untuk Program Sarjana 2026 hingga 11 Juni 2026 secara daring.
Jalur UM merupakan seleksi mandiri dengan metode tes tertulis berbasis komputer (CBT) secara online, sehingga peserta dapat mengikuti ujian dari lokasi yang ditentukan. Peserta dikenakan biaya pendaftaran yang pembayarannya dilakukan melalui bank yang ditunjuk pihak kampus. Materi ujian UM setara dengan Materi UTBK-SNBT.
Calon peserta wajib memenuhi persyaratan dan mengikuti langkah-langkah pendaftaran yang telah ditetapkan. Panitia mengimbau calon mahasiswa untuk memperhatikan seluruh jadwal dan ketentuan agar proses seleksi berjalan lancar.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/09kf3mgh3.html
Artikel Terkait
WhatsApp Plus Kini Tersedia di iPhone, Mulai Rp14 Ribuan
TeknologiWhatsApp menghadirkan layanan premium berbayar bernama WhatsApp Plus yang menawarkan fitur eksklusif untuk mempercantik tampilan aplikasi dan mempermudah pengelolaan chat, sebagaimana dilaporkan oleh WABetaInfo pada publikasi 9 Mei 2026. Pengguna yang mendapatkan akses dapat melihat opsi berlangganan langsung melalui menu pengaturan aplikasi, sementara pengguna yang tidak berlangganan tetap bisa menggunakan seluruh fitur utama....
Baca SelengkapnyaRI Kecam Mandulnya Dewan Keamanan PBB
TeknologiIndonesia melontarkan kritik tajam terhadap sistem multilateral global yang dinilai lumpuh dan tidak lagi efektif karena negara-negara berpengaruh justru melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Kritik keras ini disampaikan Staf Khusus Menteri Luar Negeri RI untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral, Tri Tharyat, dalam forum Pertemuan Tingkat Tinggi BRICS 2026 di New Delhi, India, pada Jumat (15/5/2026)....
Baca SelengkapnyaEvo Morales Terancam Ditangkap Usai Mangkir Sidang
TeknologiEvo Morales tidak menghadiri jadwal awal persidangannya pada Senin di kota Tarija. Kantor Kejaksaan Umum menyatakan bahwa ketidakhadiran tanpa alasan yang sah dari Morales menegaskan statusnya sebagai buronan dan menjadi dasar untuk menerbitkan surat perintah penangkapan serta larangan bepergian....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge
- Kecelakaan Kereta dan Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang
- Nyamuk Wolbitos Senjata Brasil Lawan Demam Berdarah
- Trump Tunda Serangan Iran atas Permintaan Negara Teluk
- Drawing Singapore Open 2026: Jojo, Fajar/Rian, Tiwi/Fadia Bertanding
- Tersangka Penembakan Trump Mengaku Tidak Bersalah
Artikel Terbaru
Kontroversi Kunjungan Netanyahu ke UEA dan Pebisnis China Zhou Qunfei
Israel Hentikan Relawan Sumud Flotilla, Netanyahu Pantau dari Tel Aviv
Tentara Israel Tangkap Dua WNI di Kapal Misi Kemanusiaan
PM Jepang Bantah Terlibat Video Serangan Politik
Dua Peluang Juara Cristiano Ronaldo Lenyap dalam Lima Hari
Pemerintah Meksiko Batalkan Ubah Kalender Sekolah Saat Piala Dunia
Tautan Sahabat
- Arsitek Bali Nyoman Popo Danes Bawa Filosofi ke Panggung Dunia
- 42 Pesawat AS Hancur, Termasuk F-15 dan F-35
- Polisi Jepang Tangkap 14 WNA, WNI Overstay Hampir 7 Tahun
- Saudi Perketat Pengawasan Haji 2026, Jemaah Ilegal Kena Denda Rp426 Juta
- Trump Murka Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Peringatkan Konsekuensi
- Xi Jinping Sambut Putin, Rusia-China Makin Erat
- Iran Ancam Buka Front Baru Jika AS Lanjutkan Perang
- Putra Pendiri Mango Ditangkap Terkait Kematian Sang Ayah
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental Ukraina Akibat Perang
- 131 Meninggal Akibat Ebola di Kongo, WHO Khawatir Penularan Cepat