Lokasi: Pendidikan >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi S2-S3 di BIB 2026
Pendidikan96764 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag,Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ia menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/0733308jp.html
Artikel Terkait
Retribusi Sampah Dibayar Non Tunai Cegah Kebocoran
PendidikanKepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Glory Nasarani menegaskan temuan kebocoran retribusi sampah merupakan kejadian lama saat sistem pembayaran belum sepenuhnya non tunai. Pemerintah Kota Semarang kini telah menerapkan sistem pembayaran cashless secara penuh untuk meminimalisir potensi kebocoran....
Baca SelengkapnyaHilirisasi Tebu Targetkan Indonesia Mandiri Gula
PendidikanPemerintah menempatkan penguatan benih, produksi, dan industri gula nasional sebagai fondasi menuju swasembada pangan dan kemandirian ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Ir....
Baca SelengkapnyaIbu Sunarsih Raih Sukses Katering Berkat Modal KUR BRI
PendidikanSuara gesekan sutil dengan penggorengan besar dan aroma bumbu rempah yang ditumis menjadi melodi pembuka hari bagi Sunarsih (50), wanita asal Pekalongan yang menjadikan kerja keras sebagai bumbu utama setiap masakannya. Bisnis yang kini mampu menghabiskan lebih dari 100 liter beras setiap harinya ini bermula dari sebuah ketidaksengajaan dan niat tulus untuk tidak membuang sisa dagangan....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- BRN Bali Serukan Perlawanan terhadap Mafia Gadai Rental
- RI Dorong Jadi Hub Storage Minyak ASEAN
- Toyota Pamer Ekspansi Spare Parts T-OPT di INAPA 2026
- KUHP Baru Berlaku, Perusahaan Keuangan Wajib Transparan
- BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
- Prabowo Targetkan Pendapatan Negara 12,40 Persen PDB 2027
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Dere: Aku Ingin Kau Bahagia di Hatimu
Promo Alfamart Indomaret 21 Mei: Sunlight Rp9.500, Rinso Rp15.900
Mendag: Mayoritas UMKM Tak Tahu Cari Pembeli Luar Negeri
Prabowo Bentuk Danantara, Ekspor SDA Satu Pintu
Honda Patenkan Motor Trail Listrik Rasa Konvensional
Purbaya Lantik 8 Pejabat Baru, Ingatkan Tanggung Jawab
Tautan Sahabat
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Indonesia Masuk Enam Besar Dunia Kasus Zero Dose Imunisasi
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- WHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- 5 Cara Alami Tingkatkan Nafsu Makan untuk Naik Berat Badan
- Hoaks Media Sosial Picu Rendahnya Imunisasi Anak Aceh