Lokasi: Travel >>
6 Keunggulan Kuliah di PTKIN, Pendaftaran Ditutup 30 Mei
Travel44582 Dilihat
RingkasanUM-PTKIN 2026 masih membuka pendaftaran hingga 30 Mei 2026, mengajak generasi muda Indonesia bergabung ke PTKIN yang berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi modern. Abdul Aziz menyatakan PTKIN mengintegrasikan sains, teknologi, riset global, dan penguatan karakter berbasis moderasi beragama untuk membentuk lulusan adaptif, beretika, dan berdaya saing internasional....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UM-PTKIN-2026.jpg)
UM-PTKIN 2026 masih membuka pendaftaran hingga 30 Mei 2026, mengajak generasi muda Indonesia bergabung ke PTKIN yang berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi modern. Abdul Aziz menyatakan PTKIN mengintegrasikan sains, teknologi, riset global, dan penguatan karakter berbasis moderasi beragama untuk membentuk lulusan adaptif, beretika, dan berdaya saing internasional. UM-PTKIN 2026 dapat diikuti lulusan MA, MAK, SMA, SMK, SPM, PDF, PKPPS, dan sederajat tahun 2024, 2025, dan 2026.
Peserta dapat memilih maksimal tiga program studi pada PTKIN maupun PTN serta menentukan lokasi ujian secara mandiri. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi dengan biaya Rp 200.000 (Dua ratus ribu rupiah), belum termasuk biaya tambahan jika menggunakan bank selain Bank Mandiri. PTKIN terus bergerak menuju internasionalisasi dan digitalisasi melalui tiga pilar utama untuk menyiapkan kompetensi profesional dan karakter unggul.
Melalui UM-PTKIN 2026, institusi ini membuka kesempatan luas bagi generasi muda menjadi bagian dari ekosistem akademik inklusif, inovatif, dan berdaya saing. Abdul Aziz menegaskan PTKIN hadir sebagai institusi yang mengintegrasikan ilmu, nilai, dan karakter dalam lingkungan akademik modern. Pendaftaran masih dibuka hingga akhir Mei 2026 bagi lulusan berbagai jenjang pendidikan menengah.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/01cingipg.html
Artikel Terkait
Ikan Pelestarian Wonogiri Ludes Ditangkap Warga
TravelWarga menangkap ikan di aliran Sungai Bengawan Solo, Wonogiri, setelah viral video penangkapan massal menggunakan jaring, serokan, dan ember. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) membenarkan kegiatan penebaran ikan oleh PT PPI di lokasi tersebut....
【Travel】
Baca SelengkapnyaQRIS BRI Permudah Warung Ibu Nurul Tanpa Repot Kembalian
TravelPedagang kaki lima Sunarsih (55) di Depok kini menyodorkan papan QR Code ke pelanggan, bukan lagi tumpukan uang kertas lusuh atau koin kembalian di meja kasirnya. Sebagai pedagang yang sudah malang melintang selama 20 tahun di dunia kuliner—mulai dari berjualan sayur keliling hingga memiliki warung—Sunarsih awalnya ragu menggunakan teknologi pembayaran digital karena menganggapnya ribet dan transaksi sah hanya ketika uang tunai berpindah tangan....
【Travel】
Baca SelengkapnyaIHSG Melemah Usai Pidato Prabowo dan BI Rate Naik
TravelM. Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyampaikan bahwa pelaku pasar mulai mendapatkan kepastian setelah Presiden Prabowo Subianto memaparkan pidato dalam sidang paripurna DPR kemarin....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Polwan Digerebek Berduaan, Polda Maluku Selidiki Kasus
Bank Indonesia Didorong Naikkan Suku Bunga ke 5,00 Persen
Promo Alfamart, Indomaret, Superindo 13 Mei: Minyak Fortune Rp42.800
Pertamina Patra Niaga Siap Pasok Energi untuk KKKS
BRN Bali Serukan Perlawanan terhadap Mafia Gadai Rental
Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP
Tautan Sahabat
- IDAI Tegaskan ASI Standar Emas, Bukan Susu Formula
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Atur Ulang Jadwal BAB Agar Lebih Teratur
- Yani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan