Lokasi: Gaya Hidup >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Gaya Hidup3172 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/xvy2nv4mp.html
Artikel Terkait
Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
Gaya HidupHantavirus menjadi perhatian karena sumber penularannya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti rumah yang banyak tikus, gudang tertutup, hingga area bekas banjir. Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr....
Baca SelengkapnyaJokowi Keliling Indonesia, Siap Kembali ke Panggung Politik
Gaya HidupMantan Wali Kota Solo Jokowi kembali turun gunung menyapa masyarakat, langkah yang dinilai bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Agung dari Tribunnews....
Baca SelengkapnyaKSPSI Minta Pemerintah Tekan Impor Demi Rupiah Stabil
Gaya HidupAnggota Lembaga Kerja Sama Tripartit, Arnod, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, pasar besar, dan tenaga kerja berjumlah banyak yang seharusnya mampu menopang kebutuhan nasional, terutama di sektor pangan dan industri strategis. Namun, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor berbagai komoditas penting seperti gula, kedelai, jagung, susu, daging, buah-buahan, bahan kimia, baja, mesin industri, elektronik, hingga farmasi....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Profil Sebastien Migne, Pelatih Haiti yang Belum ke Negara Asuhan
- Kemenkes Peringatkan Demam Usai Bepergian dari Afrika
- Ferry Latuhihin Ramal Dolar Rp25 Ribu, Minta Menkeu Diganti
- Indang Maryati Tolak Final Ulang LCC Empat Pilar
- Dua Mantan Bos Pertamina Divonis 6 Tahun Penjara
- Purbaya Bela Prabowo Soal Tuduhan Tak Paham Rupiah
Artikel Terbaru
Juventus Butuh Bantuan 3 Tim untuk Lolos Liga Champions
KSPSI Minta Pemerintah Tekan Impor Demi Rupiah Stabil
Kapolda Metro Bintang Tiga, Apa Plus Minusnya?
BNPB Peringatkan Warga Waspada Bencana Musim Pancaroba
Persib Bandung Segel Juara Liga 1 Usai Hasil Berbeda
Lelang Harley Davidson Rajo Emirsyah Capai Rp87 Juta
Tautan Sahabat
- Google-Meta Tingkatkan Kualitas Instagram di Android
- OpenAI Hadirkan Fitur Keuangan Pribadi di ChatGPT
- Prime Video Luncurkan Fitur Clips Saingi Netflix dan Disney+
- Apple Hadirkan Iklan di Apple Maps, Privasi Tetap Terjaga
- WhatsApp Plus Kini Tersedia di iPhone, Mulai Rp14 Ribuan
- Kode Redeem FF 12 Mei 2026: Klaim Skin & Diamond Gratis
- Menkomdigi Wajibkan Nomor Telepon untuk Registrasi Medsos
- Klaim Kode Redeem FC Mobile 14 Mei 2026, Dapat Gems
- Kode Redeem FC Mobile 12 Mei 2026, Klaim Gems Gratis
- Apple Perketat Akses Education Store di Berbagai Negara