Lokasi: Pendidikan >>
Syarat Daftar Telkom University Jakarta 2026, Seleksi Rapor
Pendidikan436 Dilihat
RingkasanJalur TUJ memberikan kesempatan bagi siswa SMA, SMK, maupun MA untuk mendaftar kuliah hanya menggunakan nilai rapor tanpa harus mengikuti ujian tulis. Program seleksi ini dibuka khusus untuk pendaftaran di program studi yang tersedia di SITU....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/telkom-university-pertahankan-4-tahun-gelar-kampus-no1_20210304_160642.jpg)
Jalur TUJ memberikan kesempatan bagi siswa SMA, SMK, maupun MA untuk mendaftar kuliah hanya menggunakan nilai rapor tanpa harus mengikuti ujian tulis. Program seleksi ini dibuka khusus untuk pendaftaran di program studi yang tersedia di SITU. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi SITU Admission.
Melalui Jalur TUJ, calon mahasiswa dapat memilih hingga empat program studi dengan harga PIN pendaftaran sebesar Rp300 ribu. Pihak kampus juga menyediakan program Beasiswa Pintar dengan potongan hingga 100 persen bagi pendaftar yang memiliki nilai terbaik sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Tersedia juga promo diskon biaya pendaftaran sebesar 50 persen dengan menggunakan kode referral TUJ150. Promo tersebut berlaku hingga 10 Mei 2026 sehingga calon peserta dapat memanfaatkan potongan biaya sebelum masa promo berakhir.
Jalur ini menjadi alternatif bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa mengikuti ujian tulis. Pengumuman hasil seleksi nantinya dapat dilihat langsung melalui aplikasi SITU Admission pada menu “Laporan Kelulusan”. Peserta disarankan untuk rutin memantau akun masing-masing agar tidak melewatkan informasi penting terkait hasil seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/hbxhtto7v.html
Artikel Terkait
Trump: Iran Tak Bisa Ambil Uranium dari Reruntuhan Nuklir
PendidikanIran menegaskan program nuklirnya sepenuhnya berada di bawah kendali sendiri. Pernyataan itu disampaikan Teheran dalam merespons perkembangan terbaru di kawasan....
Baca SelengkapnyaPakar Sebut Prabowo Tak Paham Soal Investasi Desa
PendidikanFerry Latuhihin melontarkan kritik tajam terhadap pemahaman ekonomi Presiden Prabowo Subianto dalam program Kompas Petang, Senin (18/5/2026). "Kalau menurut saya sih, Pak Presiden enggak mengerti ekonomi ya....
Baca SelengkapnyaMenbud Fadli Zon Rancang Logo Warisan Budaya Tak Benda
PendidikanIndonesia tengah menyiapkan logo khusus untuk produk Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) guna meningkatkan nilai tambah ekonomi dan identitas budaya lokal. Menteri Kebudayaan menyatakan logo ini akan menjadi penanda sekaligus pembeda bagi makanan dan produk budaya yang telah diakui sebagai warisan nasional....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Survei CNET: 13 Persen Konsumen Minat Ponsel Lipat
- Klaim JHT dan JKP Melonjak, PDIP Peringatkan Dana BPJS
- Hukum Kurban Hewan Kurus Menurut Rasulullah dan Ulama
- Menhan Sebut Batalyon Teritorial Turunkan Kasus Begal
- Real Madrid Incar Gelandang Incaran Pep Guardiola
- Noel Ebenezer Minta Tuntutan Ringan Kasus Pemerasan K3
Artikel Terbaru
Analis Sebut Iran Akan Serang UEA, Timur Tengah Panas
KPK Periksa Dua Bos Perusahaan Terkait Kredit Macet LPEI
PBNU Diminta Rangkul Semua Kader Potensial Jelang Muktamar
PDIP Sebut Jokowi Berkeliling Indonesia Ancam Prabowo
Persediaan Senjata AS Menipis, Pentagon Minta Rp24 Kuadriliun
KPK Dalami Aliran Dana Bea Cukai dari Heri Black
Tautan Sahabat
- Putin Temui Xi Jinping Bahas Kerja Sama Strategis
- Kereta China Jadi Senjata Iran Tembus Blokade AS
- Israel Tangkap 5 Relawan, 4 WNI di Kapal GSF Rawan
- Israel Sita 40 Kapal Global Sumud Flotilla, 300 Aktivis Ditahan
- Aktris Iran Golshifteh Farahani Diduga Terkait Tamparan ke Macron
- Bea Cukai Buka 8 Poin Soal Pemeriksaan Kartu Pokemon
- NATO Rapat Darurat Bahas Stok Senjata Habis Akibat Perang Iran
- Arsitek Bali Nyoman Popo Danes Bawa Filosofi ke Panggung Dunia
- Trump Tunda Serang Iran Atas Permintaan Qatar, Saudi, UEA
- Macron Tegur Peserta KTT Afrika, Tuai Kritik Pedas