Lokasi: Kuliner >>
SPMB Jateng SMA 2026: Jadwal, Syarat, dan Urutan Seleksi
Kuliner62145 Dilihat
RingkasanPemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JATENG-2026-53453454.jpg)
Pemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengingatkan orang tua untuk memeriksa persyaratan secara cermat sebelum mendaftar di setiap jalur.
Setiap jalur memiliki kuota dan mekanisme seleksi berbeda. Jalur domisili menggunakan sistem zonasi berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah, sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta dari keluarga tidak mampu dengan bukti surat keterangan. Jalur prestasi menyeleksi berdasarkan capaian akademik dan non-akademik, sedangkan jalur mutasi orang tua/wali dikhususkan bagi anak yang orang tuanya pindah tugas ke Surabaya.
Calon peserta wajib menyiapkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, rapor, dan sertifikat prestasi jika mendaftar jalur prestasi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi ppdb.surabaya.go.id. Kepala Dispendik Surabaya menegaskan bahwa verifikasi dokumen akan dilakukan secara ketat untuk mencegah kecurangan, dan pelanggaran dapat berakibat diskualifikasi peserta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/5ce2mkytw.html
Artikel Terkait
Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
KulinerRetinopati diabetik sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak pasien tidak menyadari sampai penglihatan mulai terganggu. Bahkan jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaHarta Teddy Indra Wijaya Tembus Rp20 Miliar
KulinerTeddy, pejabat di bawah Kementerian Sekretariat Negara, melaporkan harta kekayaan bersih sebesar Rp20. 116....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya5 Dokter Laporkan Menkes Budi ke Polisi Soal Gelar Palsu
KulinerLima dokter melaporkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Polda Metro Jaya pada Senin, 11 Mei 2026 atas dugaan pemalsuan gelar akademik. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto membenarkan laporan tersebut pada Selasa, 12 Mei 2026....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- Video Menkeu Tawarkan Bantuan Modal, Kemenkeu Sebut Hoaks
- Ferry Latuhihin Ramal Dolar Rp25 Ribu, Minta Menkeu Diganti
- Lima Kapolda Baru Dilantik, Panca Putra Promosi Kalemdiklat
- KPK Panggil Muhadjir Effendy, Pemeriksaan Ditunda
- Noel Ebenezer Cerita Hidup di Rutan KPK Jelang Sidang Tuntutan
Artikel Terbaru
Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
Sosok Pertama Ungkap Jokowi Keliling Indonesia, NTT Tujuan Awal
Menteri P2MI Canangkan Gerakan Nasional Migran Aman
Habib Rizieq Aktifkan Kembali Pengajian Petamburan dan Megamendung
Persija Pecahkan Rekor Poin, Pelatih Beri Peringatan
Ibrahim Arief Dituntut 15 Tahun, Vonis Chromebook Dibacakan
Tautan Sahabat
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan