Lokasi: Travel >>

DPR Desak Pemerintah Bebaskan Dua Jurnalis Republika dari Israel

Travel6674 Dilihat

RingkasanMiliter Israel menangkap sekitar 100 aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF) 2026, termasuk tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), setelah kapal mereka dicegat paksa di perairan internasional. Operasi tersebut melibatkan empat kapal perang yang dikerahkan untuk menghentikan rombongan 54 kapal bantuan yang bertolak dari Turki sejak Kamis lalu untuk menembus blokade Gaza yang berlangsung sejak 2007....

DPR Desak Pemerintah Bebaskan Dua Jurnalis Republika dari Israel

Militer Israel menangkap sekitar 100 aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF) 2026, termasuk tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), setelah kapal mereka dicegat paksa di perairan internasional. Operasi tersebut melibatkan empat kapal perang yang dikerahkan untuk menghentikan rombongan 54 kapal bantuan yang bertolak dari Turki sejak Kamis lalu untuk menembus blokade Gaza yang berlangsung sejak 2007.

Berdasarkan data manifes, ketujuh relawan yang ditangkap adalah Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo. Media setempat melaporkan seluruh aktivis akan dievakuasi paksa menuju Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar di Israel. Dalam rekaman yang beredar, salah satu WNI bernama Bambang meminta pesannya disampaikan kepada Pemerintah Indonesia bahwa dirinya tengah ditahan oleh tentara.

Legislator Fraksi PKS, Andi, menilai penangkapan tersebut melanggar hukum internasional. Menurutnya, aktivitas jurnalistik dan misi kemanusiaan murni semestinya mendapatkan perlindungan penuh berdasarkan Piagam PBB. “Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Mereka datang bukan membawa senjata, tetapi solidaritas dan suara nurani untuk warga sipil Palestina yang menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” kata Andi.

Tags:

Artikel Terkait