Lokasi: Kesehatan >>
Lokasi Ujian Mandiri Bela Negara UPN Yogyakarta 2026
Kesehatan3813 Dilihat
RingkasanUPN Veteran Yogyakarta membuka jalur Seleksi Mandiri 2026 dengan sistem ujian yang lebih mudah. Seleksi ini menjadi salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan UPN "Veteran" Yogyakarta melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus sebagai Kampus Belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/upn-veteran-yogyakarta.jpg)
UPN Veteran Yogyakarta membuka jalur Seleksi Mandiri 2026 dengan sistem ujian yang lebih mudah. Seleksi ini menjadi salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan UPN "Veteran" Yogyakarta melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus sebagai Kampus Belajar.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis kampus untuk memperluas akses pendidikan tinggi tanpa membebani peserta dengan jarak perjalanan yang jauh ke Yogyakarta. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN "Veteran" Yogyakarta,Machya Astuti Dewi, menyampaikan bahwa perluasan lokasi ujian ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia. "Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri daerah dari Sumatera hingga Papua untuk bergabung dengan Kampus Belajar," ujarnya.
Terdapat perbedaan metode dan jadwal pelaksanaan antara pusat ujian di Yogyakarta dengan lokasi ujian di luar daerah. Pelaksanaan ujian Seleksi Mandiri 2026 dibagi menjadi dua skema berdasarkan lokasi. Ujian di luar Yogyakarta akan dilaksanakan lebih awal pada 18 Juni 2026 secara serentak di seluruh titik. Metode yang digunakan adalah Paper Based Test (PBT).
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/24mwa33ir.html
Artikel Terkait
Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
KesehatanBanyak orang mengabaikan keluhan jantung berdebar atau sesak napas karena menganggapnya akan hilang setelah istirahat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang serius....
Baca SelengkapnyaTimnas Iran Mulai Pemanasan Piala Dunia 2026 di Turki
KesehatanTimnas Iran membawa 30 pemain untuk menjalani pemusatan latihan menjelang Piala Dunia 2026. Pelatih Amir Ghalenoei akan mengikis skuad tersebut menjadi hanya 26 pemain untuk dibawa ke turnamen empat tahunan itu....
Baca SelengkapnyaCarlos Queiroz, Spesialis Piala Dunia Latih Ghana
KesehatanTimnas Ghana yang dijuluki Black Stars akan memulai perjuangannya di bawah asuhan Carlos Queiroz, pelatih asal Portugal yang lahir di Nampula, Mozambik, pada 1 Maret 1953 atau kini berusia 73 tahun. Sebelum dikenal sebagai pelatih top dunia, Queiroz merupakan pemain sepak bola amatir yang pernah bermain sebagai kiper untuk klub Ferroviario de Nampula....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Oegroseno: Tim Hukum Jokowi Harus Baca UU
- Luka Modric Ungkap Jose Mourinho Buat Ronaldo Menangis
- Cinta Lamine Yamal di Parade Barcelona, Palestina
- Layvin Kurzawa Cedera Akhir Musim Usai Kemenangan Persib
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- Mojang Priangan dan Akademi Persib Melaju ke All-Stars
Artikel Terbaru
Prabowo Tinjau Kopdes Merah Putih, Bantah Saingi Alfamart
5 Pemain Naturalisasi Timnas Incaran Piala Asia 2027
Layvin Kurzawa Cedera Akhir Musim Usai Kemenangan Persib
50 Bakat Muda Digembleng Legenda Timnas di Jakarta
Carlos Queiroz, Spesialis Piala Dunia Latih Ghana
Persib Wajib Waspada, Persijap Siap Rusak Pesta Juara
Tautan Sahabat
- Dua Mantan Bos Pertamina Divonis 6 Tahun Penjara
- Nutri-Level A-D: Arti dan Batas Gula pada Produk
- Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel, Kapal GSF Hilang
- Kemenkeu Bantah Video Viral Menkeu Tawarkan Bantuan Modal
- Dokter Tifa Kritik UGM Soal Transparansi Ijazah Jokowi
- Prabowo Diminta Hidayat Lobi Trump Bebaskan 5 WNI
- Oegroseno: Tim Hukum Jokowi Harus Baca UU
- Perry Warjiyo Disarankan Mundur Buntut Rupiah Melemah
- Harta Nadiem Tak Wajar, Jaksa Tuntut Uang Pengganti
- PMKNU Hadirkan Tokoh Nasional Perkuat Kaderisasi Pemimpin