Lokasi: Teknologi >>
SPMB Jateng SMA 2026: Jadwal, Syarat, dan Urutan Seleksi
Teknologi975 Dilihat
RingkasanPemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JATENG-2026-53453454.jpg)
Pemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengingatkan orang tua untuk memeriksa persyaratan secara cermat sebelum mendaftar di setiap jalur.
Setiap jalur memiliki kuota dan mekanisme seleksi berbeda. Jalur domisili menggunakan sistem zonasi berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah, sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta dari keluarga tidak mampu dengan bukti surat keterangan. Jalur prestasi menyeleksi berdasarkan capaian akademik dan non-akademik, sedangkan jalur mutasi orang tua/wali dikhususkan bagi anak yang orang tuanya pindah tugas ke Surabaya.
Calon peserta wajib menyiapkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, rapor, dan sertifikat prestasi jika mendaftar jalur prestasi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi ppdb.surabaya.go.id. Kepala Dispendik Surabaya menegaskan bahwa verifikasi dokumen akan dilakukan secara ketat untuk mencegah kecurangan, dan pelanggaran dapat berakibat diskualifikasi peserta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/zdchchj48.html
Artikel Terkait
Rupiah Ambles ke Rp17.528 per Dolar AS akibat Kekhawatiran Perang
TeknologiNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 114 poin ke level Rp17. 528 dari penutupan sebelumnya di Rp17....
Baca SelengkapnyaPersib Vs Borneo FC, I.League Kritik Wasit dan Trofi
TeknologiPersaingan ketat di papan atas dan papan bawah I. League membuat kualitas kepemimpinan wasit menjadi sorotan....
Baca SelengkapnyaHaaland Bersandar Lesu di Tiang Gawang saat City Juara FA
TeknologiManchester City sukses menjuarai Piala FA 2025/2026 setelah meraih kemenangan tipis 0-1 atas lawannya. Gol tunggal kemenangan The Citizens akhirnya lahir pada menit ke-72 melalui aksi Antoine Semenyo....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Komisi III Nilai Laporan Erin Eks Andre Taulany Berlebihan
- Chelsea vs Manchester City Final Piala FA Penentuan Juara
- Bruno Fernandes Kejar Rekor Assist Henry dan De Bruyne
- Peralta Bawa Borneo FC Kalahkan Bali United 3-2
- Dede Sunandar Akui Perselingkuhan: Saya Tak Membantah
- Casemiro Diganti, Gelandang Serie A Segera ke Manchester United
Artikel Terbaru
Rupiah Anjlok ke Rp 17.529 per Dolar AS, Rekor Terburuk
Rashford Kerasan di Barcelona, Ogah Pulang ke MU
Roberto Martinez Latih Portugal di Piala Dunia 2026
Javier Aguirre Latih Timnas Meksiko di Piala Dunia 2026
Al Nassr Gagal Juara, CR7 Tolak Medali dan Banting Papan
Pelatih Ekuador Sebastian Beccacece Tanpa Karier Pemain
Tautan Sahabat
- Sengketa Hotel Sultan: Ada Kepentingan Ambil Alih Bisnis
- Kaesang dan Akbar Himawan Dukung Reynaldo Bryan Maju Ketum HIPMI
- Bank BCA, BNI, Mandiri Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026
- PaDi Dioptimalkan, BUMN Perkebunan Perkuat Ekosistem UMKM
- ParagonCorp Luncurkan Smart Lab 2.0 untuk Riset Kosmetik Presisi
- Mendag: Mayoritas UMKM Tak Tahu Cari Pembeli Luar Negeri
- Biaya Logistik RI Tinggi, Bukan Hanya Soal Transportasi
- Pedagang Jaksel Ogah Jual Minyakita karena Mahal dan Langka
- Indonesia Negara Paling Tahan Krisis Energi, Ini Faktornya
- ESG Batu Bara: Laporan Hijau Bentrok Fakta Lapangan