Lokasi: Gaya Hidup >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Gaya Hidup9515 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ya7zz36eb.html
Artikel Terkait
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Gaya HidupLagu Aku Cinta Kau dan Dia masuk dalam album Ideologi, Sikap, Otak yang dirilis pada 1998. Lirik lagu ini menceritakan tentang seseorang yang terjebak dalam perasaan cinta kepada dua orang sekaligus....
Baca SelengkapnyaFluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
Gaya HidupPada pria, gangguan perkembangan saraf ini biasanya didiagnosis sejak masa kanak-kanak, tetapi pada wanita sering kali jauh lebih terlambat atau bahkan tidak terdiagnosis sama sekali. Salah satu alasannya adalah karena wanita lebih sering mengalami gejala kurang perhatian (inattentive), yang lebih sulit dikenali dibandingkan gejala hiperaktif....
Baca SelengkapnyaEl Nino Godzilla Picu Diare dan Heat Stroke pada Anak
Gaya HidupKetua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Driver Ojol Dibegal Penumpang di Gresik, Korban Diserang
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
- PPTI Yakin Target TBC 2030 Tercapai Jika Semua Pihak Patuh
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- Borneo FC Tahan Imbang Bali, Madura United Terancam Degradasi
- Yani Panigoro Peringatkan Bahaya TBC di Daerah Padat
Artikel Terbaru
BMKG: Waspada Hujan Petir Guyur Pekanbaru 14 Mei 2026
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
Cremonese Terancam Degradasi, Emil Audero Hadapi Como
Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
Tautan Sahabat
- Napoli Siapkan Rp899 Miliar Usai Lolos Liga Champions
- Brasil di Piala Dunia 2026: Dilema Romantisme Neymar
- Mourinho Incar Reuni dengan Dalot di Real Madrid
- Persis Solo Selamat dari Degradasi Berkat Regulasi Liga 1
- Chelsea vs Manchester City Final Piala FA Penentuan Juara
- AFF 2026 Tanpa Pemain Eropa, Herdman Latih Timnas
- 3 Laga Spanyol Tanpa Yamal, Comeback di Fase Gugur
- Chelsea Resmi Tunjuk Xabi Alonso sebagai Pelatih hingga 2030
- Viktor Gyokeres Garda Terdepan Mimpi Swedia Piala Dunia 2026
- Persija Pecahkan Rekor Poin, Pelatih Beri Komentar