Lokasi: Berita >>
Kunci Jawaban PKN Kelas 10 Halaman 188 Kurikulum Merdeka
Berita22614 Dilihat
RingkasanIndonesia memiliki batas teritorial darat, laut, dan udara dengan sejumlah negara tetangga. Secara geografis, negara-negara yang secara teritorial berbatasan dengan Indonesia meliputi Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, India, dan Australia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/siswa-sman-9-bandung-ujian-usbn-dengan-teknologi-smart-router_20190319_130503.jpg)
Indonesia memiliki batas teritorial darat, laut, dan udara dengan sejumlah negara tetangga. Secara geografis, negara-negara yang secara teritorial berbatasan dengan Indonesia meliputi Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, India, dan Australia.
Batas darat Indonesia hanya terdapat di Pulau Kalimantan dengan Malaysia (wilayah Sabah dan Serawak), di Pulau Papua dengan Papua Nugini, serta di Pulau Timor dengan Timor Leste. Sementara itu, batas laut Indonesia mencakup perairan dengan Singapura di Selat Singapura, Filipina di Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik, serta Vietnam dan Thailand di Laut Natuna Utara.
Selain itu, Indonesia juga berbatasan maritim dengan India di Samudra Hindia (barat laut Aceh) dan dengan Australia di Laut Timor dan Samudra Hindia bagian selatan. Penetapan batas wilayah ini diatur dalam hukum internasional dan perjanjian bilateral yang mengukuhkan kedaulatan NKRI.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/wsx4phtzc.html
Sebelumnya: Pesta Juara Al Nassr Tertunda, Ronaldo Hengkang
Berikutnya: Gedung Parlemen Filipina Diberondong Tembakan
Artikel Terkait
PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
BeritaLatihan Dasar Kepemimpinan (LDK) 5. 0 yang digelar oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman sukses mempertemukan puluhan mahasiswa Indonesia dari berbagai kota di Jerman....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
BeritaDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
BeritaLebih dari 50 organisasi pasien dan profesional, termasuk Endocrine Society, mendukung upaya perubahan nama Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS). Upaya ini merupakan hasil kolaborasi internasional selama 14 tahun antara peneliti, dokter, dan penyintas kondisi tersebut....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Messi diragukan, Piala Dunia 2026 tak sempurna tanpa La Pulga
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- AS Siapkan Operasi Sledgehammer, Ancaman Perang Iran Menguat
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
Artikel Terbaru
Thailand Open 2026: Jafar/Felisha Tersingkir, Thalita Kalahkan Intanon
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
Messi 12 Gol di MLS 2026, Tempel Ketat Puncak Top Skor
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Tautan Sahabat
- Kapal Perang Termahal AS Tinggalkan Konflik Iran
- Polisi Jepang Tangkap Mahasiswi RI Buang Jenazah Bayi
- Wali Kota New York Dikritik Akibat Jual Tiket Murah Piala Dunia
- Ansarallah Curiga Trump Tolak Respons Iran Usai Telepon Netanyahu
- Blokade AS, Iran Imbau Warga Hemat BBM dan Listrik
- PM Israel Kecam Ben-Gvir yang Ejek Aktivis
- Elite Bisnis AS Ikut Trump Temui Xi Jinping
- Iran Tolak Tuntutan AS, Balas Tanggapan Washington Terbaru
- Tiga Negara Uni Eropa Desak Sanksi untuk Menteri Israel
- Netanyahu Murka pada Menteri yang Siksa Relawan Flotilla