Lokasi: Teknologi >>
SPMB Jateng SMA 2026: Jadwal, Syarat, dan Urutan Seleksi
Teknologi3333 Dilihat
RingkasanPemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JATENG-2026-53453454.jpg)
Pemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengingatkan orang tua untuk memeriksa persyaratan secara cermat sebelum mendaftar di setiap jalur.
Setiap jalur memiliki kuota dan mekanisme seleksi berbeda. Jalur domisili menggunakan sistem zonasi berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah, sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta dari keluarga tidak mampu dengan bukti surat keterangan. Jalur prestasi menyeleksi berdasarkan capaian akademik dan non-akademik, sedangkan jalur mutasi orang tua/wali dikhususkan bagi anak yang orang tuanya pindah tugas ke Surabaya.
Calon peserta wajib menyiapkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, rapor, dan sertifikat prestasi jika mendaftar jalur prestasi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi ppdb.surabaya.go.id. Kepala Dispendik Surabaya menegaskan bahwa verifikasi dokumen akan dilakukan secara ketat untuk mencegah kecurangan, dan pelanggaran dapat berakibat diskualifikasi peserta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/v63ab05lf.html
Artikel Terkait
Bardia Saadat Cedera, Bela Jakarta Bhayangkara Batal
TeknologiPemain andalan Bhayangkara Presisi, Sadat, dipastikan absen membela timnya di ajang AVC Champions League 2026. Kepastian absennya Sadat diketahui dari unggahan akun Instagram pribadinya....
Baca SelengkapnyaDewi Perssik Kurban 2 Sapi Jumbo di Idul Adha 2026
TeknologiDewi Perssik membeli dua ekor sapi super jumbo dengan bobot fantastis untuk ibadah kurban tahun ini. Pedangdut yang akrab disapa Depe itu mengaku kemampuannya berkurban dalam jumlah besar tak lepas dari kondisi rezeki yang masih stabil....
Baca SelengkapnyaHanung Bramantyo Bahagia Ajak Anak ke Gala Premiere
TeknologiUntuk pertama kalinya, Hanung Bramantyo bisa mengajak anak-anaknya menghadiri gala premiere film terbarunya. "Akhirnya anak-anak saya bisa ikut premiere....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- DM Instagram Tak Terenkripsi, Privasi Pengguna Dipertanyakan
- Inara Rusli Ungkap Alasan Belum Cabut Laporan Ilegal Akses
- ‘Cinta & Rahasia’ Tayang, Drama Emosional Penuh Intrik
- Ahmad Dhani Terkendala Izin Presiden, Rayen Pono Kecewa
- Wamenpora Taufik Hidayat Dukung Arena Selatan 2026 Cegah Tawuran
- Inul Daratista Murka Dituding Oplas Hidung
Artikel Terbaru
Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
Inara Rusli Kena Sentil Wardatina Mawa soal Rekaman CCTV
Kekasih Khawatir Ammar Zoni di Nusakambangan
Anak Deddy Dores Nekat Jual Mata, Sang Ayah Merasa Gagal
Chelsea Resmi Tunjuk Xabi Alonso sebagai Pelatih hingga 2030
Kamelia Fokus Keadilan Ammar Zoni, Tunda Rencana Nikah
Tautan Sahabat
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Yani Panigoro Soroti Perjuangan Kader Penyembuh TBC
- Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak