Lokasi: Pendidikan >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Pendidikan19143 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ut02uw1fb.html
Sebelumnya: Iran Mulai Pemanasan Piala Dunia 2026 di Turki
Berikutnya: Harga Minyak Melonjak Usai Serangan Drone di UEA
Artikel Terkait
5.000 WNI Bekerja di Perusahaan Konstruksi Chitose, Hokkaido
PendidikanPresiden perusahaan Jepang, Yuichi Taki, menyatakan tidak melihat dari negara mana pekerja berasal dan menegaskan bahwa pekerja Indonesia semuanya berkualitas serta mendapat penilaian baik di lapangan. Meskipun memiliki latar budaya dan bahasa berbeda, para pekerja disatukan oleh satu bahasa bersama yaitu bahasa Jepang yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari....
Baca SelengkapnyaPM Greenland Tegaskan Wilayahnya Tak Akan Dijual ke AS
PendidikanPerdana Menteri Greenland Múte Bourup Egede menegaskan kembali penolakan keras terhadap keinginan Presiden AS Donald Trump untuk membeli wilayah tersebut. Pernyataan tegas itu disampaikan Nielsen saat menerima kunjungan utusan khusus Amerika Serikat Jeff Landry di ibu kota Nuuk, di mana Trump bahkan disebut membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer demi menguasai wilayah semi-otonom milik Denmark tersebut....
Baca SelengkapnyaSenat AS Tolak Rencana Trump Remodel Ballroom Putih
PendidikanSenat Amerika Serikat menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) usulan Partai Republik yang mengalokasikan dana 1 miliar dolar AS (sekitar Rp17,66 triliun) untuk Dinas Rahasia (Secret Service) guna mendanai proyek pembangunan ruang dansa yang diusulkan Presiden Donald Trump. Penasihat Hukum Senat AS, Elizabeth MacDonough, pada hari Sabtu menyatakan RUU anggaran tersebut harus ditulis ulang karena bermasalah dengan wewenang atau jurisdiksi komite....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Lirik Lagu 405 Justin Bieber: Loving On Me
- Trump Angkut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Publik Curiga
- Inggris Borong Obat Avigan dari Jepang Antisipasi Hantavirus
- Polisi Malaysia Tangkap 20 WNI Perempuan dalam Penggerebekan
- Terjemahan Lirik Woman John Lennon: Ungkapan Emosi Campur Aduk
- Iran Tolak Tuntutan AS, Balas Tanggapan Washington Terbaru
Artikel Terbaru
Super League 2026/2027: 16 Tim Pasti, Persis vs Madura United Berebut Satu
AS Desak Iran Penuhi 5 Tuntutan Baru, Uranium Jadi Taruhan
Hantavirus Dilaporkan di ASEAN, Indonesia Termasuk Daftar
Polisi Jepang Tangkap Mahasiswi RI Buang Jenazah Bayi
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Jepang Selidiki Warganya Terkait Prostitusi Anak di Indonesia
Tautan Sahabat
- Rupiah Tembus Rp17.508, Pasar Mulai Khawatir
- Promo Alfamart, Indomaret, Superindo 13 Mei: Minyak Fortune Rp42.800
- Koperasi Diajak Bangun Jejaring Bisnis Internasional
- IHSG Melemah Usai Pidato Prabowo dan BI Rate Naik
- Pertamina Patra Niaga Siap Pasok Energi untuk KKKS
- Gojek Resmi Turunkan Potongan Komisi Driver Jadi 8 Persen
- Purbaya: Harga Minyak Sulit Turun, Pemerintah Beri Insentif EV
- Kementerian ESDM Tanggapi WN Tiongkok di Tambang Emas Ilegal Sangihe
- Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
- KAI Jual 504 Ribu Tiket Long Weekend, Yogyakarta Favorit