Lokasi: Gaya Hidup >>
Beasiswa Double Degree Kemenag 2026 Masih Dibuka
Gaya Hidup9173 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025, setelah sebelumnya menjalin kerja sama internasional dalam kerangka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026. Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengungkapkan perluasan ini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-BIB-Kemenag-2026.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025, setelah sebelumnya menjalin kerja sama internasional dalam kerangka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026.
Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengungkapkan perluasan ini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London. "Ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia serta mendukung pengembangan cendekiawan dan profesional yang terhubung secara global," jelasnya dalam keterangan resmi.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan PUSPENMA, Siti Maria Ulfa, menambahkan program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul dengan pengalaman akademik internasional. Calon pendaftar wajib memenuhi persyaratan, termasuk memiliki sertifikat resmi dari ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org). Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag dibuka mulai 1 April 2026 hingga 31 Mei 2026, dengan informasi lengkap tersedia di website resmi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ur4lpsiry.html
Artikel Terkait
Macron Tegur Peserta KTT Afrika, Tuai Kritik Pedas
Gaya HidupPresiden Prancis Emmanuel Macron mendapat kecaman keras setelah menegur audiens di Kenya dengan nada emosional saat acara budaya, Jumat lalu. "Permisi, semuanya....
Baca SelengkapnyaSpotify Kembalikan Logo Lama Setelah Banjir Kritik
Gaya HidupSpotify mengganti logo hijau datar klasiknya dengan desain bola disko fotorealistis untuk merayakan ulang tahun ke-20 perusahaan pada 17 Mei 2026. Perubahan ikon tersebut justru memicu banyak kontroversi di media sosial setelah akun Pop Crave memperlihatkan logo baru yang mengejutkan banyak pengguna....
Baca SelengkapnyaKode Redeem Mobile Legends 12 Mei 2026 Gratis
Gaya HidupMobile Legends kembali memberikan kesempatan bagi pemain untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik seperti skin packs, moonstones, trial cards, magic dust, dan skin fragments. Pemain harus memperhatikan batas waktu dan jumlah pemain yang tersedia sebelum mengklaim kode hadiah yang bisa langsung ditambahkan secara otomatis ke akun game Mobile Legends....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Putun Tunjuk Jenderal Tempur Pimpin Belgorod Gantikan Gubernur Mundur
Kode Redeem FF 12 Mei 2026: Klaim Skin & Diamond Gratis
Samsung Siap Rilis Galaxy Z Fold 8 dan Kacamata AI Juli 2026
Google Bantah Latih Gemini Pakai Email Gmail
Penembakan Masjid San Diego Diselidiki Motif Kebencian
Samsung Siap Rilis Galaxy Z Fold 8 dan Kacamata AI Juli 2026
Tautan Sahabat
- Aditya Zoni Perjuangkan Ammar Zoni Kembali ke Jakarta
- Fiersa Besari Minta Snack dan Buah untuk Riders Konser
- Erin Eks Andre Taulany Minta Temui Rieke soal Kasus ART
- Calvin Dores Jual Mata Rp350 Juta, Sosok Peminat Disorot
- Ustaz Solmed Minta Polisi Usut Pelaku Fitnah Inisial
- Sembilan Tera Curhat Perasaan Lewat Mini Album Sementara Itu
- Ayu Aulia Bongkar Penyebab Kehilangan Rahim Singgung Bupati R
- Erin Eks Istri Andre Taulany Dipanggil DPR, Ingin Suaranya Didengar
- Ayu Ting Ting Minta Doa untuk Pria di Bioskop
- Inara Rusli Ungkap Alasan Belum Cabut Laporan Ilegal Akses