Lokasi: Pendidikan >>
Politeknik Transportasi Darat STTD Buka Jalur Mandiri 2024
Pendidikan77 Dilihat
RingkasanPoliteknik Transportasi Darat Indonesia-STTD (PTDI-STTD) membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui website SIPENCATAR mulai 7 Mei 2026 hingga 31 Mei 2026. Dalam seleksi kali ini, calon peserta tidak hanya bisa memilih program studi di PTDI-STTD, tetapi juga di kampus kerja sama seperti Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang dan Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Politeknik-Transportasi-Darat-Indonesia-STTD-34563443.jpg)
Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD (PTDI-STTD) membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui website SIPENCATAR mulai 7 Mei 2026 hingga 31 Mei 2026. Dalam seleksi kali ini, calon peserta tidak hanya bisa memilih program studi di PTDI-STTD, tetapi juga di kampus kerja sama seperti Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang dan Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali.
Tersedia berbagai pilihan jurusan di bidang transportasi darat, logistik, perkeretaapian, hingga pelayaran yang dapat dipilih sesuai minat dan rencana karier peserta. Setiap calon peserta dapat memilih maksimal tiga program studi dari seluruh pilihan yang tersedia di ketiga kampus tersebut. Tahap seleksi meliputi seleksi administrasi, nilai akademik, hingga tes kesehatan dan kebugaran.
Mengutip website resmi PTDI-STTD, informasi lengkap mengenai jadwal, syarat, dan tata cara pendaftaran dapat diakses langsung melalui portal SIPENCATAR. Program ini memberikan kesempatan luas bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan karier di sektor transportasi nasional.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/trbjib6mf.html
Artikel Terkait
Program MBG Target Kurangi Ketimpangan Nutrisi Desa
PendidikanDr. H....
Baca SelengkapnyaRadiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
PendidikanTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
Baca SelengkapnyaPemanfaatan AI pada MRI Bantu Dokter Petakan Penyakit Kompleks
PendidikanRumah sakit swasta dan pemerintah mulai meningkatkan investasi pada teknologi pencitraan medis Magnetic Resonance Imaging (MRI) berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini menghasilkan kualitas gambar lebih detail dan waktu pemeriksaan lebih efisien....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Daun Jambu Mete Disulap Jadi Kain Jutaan Rupiah, Diburu Turis
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Prediksi Arsenal vs Burnley: The Gunners Jaga Puncak Klasemen
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
Artikel Terbaru
BYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Spanduk Minta Maaf dan Bendera Setengah Tiang di UGM Hilang
WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Tautan Sahabat
- DPR Minta Flyover Bekasi Diprioritaskan Usai Insiden KA
- Tata Metal Lestari Ekspor Baja Lapis ke AS dan Eropa
- Bahlil Dorong Kesetaraan dan Percepat Izin di Migas
- IHSG Anjlok 2 Persen Lebih, Tinggalkan Level 6.600
- Indonesia Ekspor 500 Ribu Ton Beras, Malaysia Minta Rp16.000
- BRILink Toko Tika Jadi Jembatan Finansial Buruh Pabrik
- Prabowo Bentuk Badan Ekspor Nasional, Rupiah Kuat
- Rupiah Ambrol, Dolar AS Tembus Rp17.750 di Money Changer
- Prabowo: Ketahanan Pangan Kunci Kelangsungan Negara
- Menperin: Kawasan Industri Dorong Pertumbuhan Ekonomi