Lokasi: Olahraga >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Olahraga72393 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/tk9urfgcn.html
Artikel Terkait
China Ungguli AS dalam Jumlah Mitra Dagang Global
OlahragaDalam persaingan memperluas jaringan mitra dagang ke berbagai kawasan seperti Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika Latin, muncul pertanyaan besar mengenai negara mana yang lebih dominan menjalin hubungan perdagangan global di tengah ketegangan geopolitik dan perang tarif. Mengutip data Direction of Trade Statistics dari Dana Moneter Internasional (IMF), kebangkitan perdagangan global setelah berakhirnya Perang Dingin menunjukkan demokrasi liberal dan pasar terbuka berkembang di banyak bekas negara blok Soviet, sementara pusat perdagangan global masih bertumpu pada pasar konsumen AS....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaWabah Ebola Kongo-Uganda Ditetapkan sebagai Darurat
OlahragaOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat global pada Minggu (17/5/2026) setelah lonjakan kasus akibat strain virus langka, yaitu virus Bundibugyo. Virus mematikan ini telah merenggut sedikitnya 88 nyawa dan menyebabkan lebih dari 300 kasus suspek di wilayah Pasalnya, wabah kali ini bukan disebabkan oleh strain biasa....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaPolisi Tokyo Tangkap Eks Bos MTU Jepang Kasus Rp170 Miliar
OlahragaHara diduga menyampaikan data penjualan dan kinerja bisnis palsu kepada perusahaan investasi J-STAR sekitar Februari 2025, ungkap sumber Tribunnews. com di kepolisian pada Rabu (13/5/2026)....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Omar Daniel Bangga Jadi Tulang Punggung Keluarga
- Kapal Selam Nuklir AS Tiba di Gibraltar Usai Trump Tolak Iran
- Trump Angkut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Publik Curiga
- Petani Tiongkok Stroke saat Berjualan, Warga Borong 4 Ton Apel
- Eksperimen AI Kafe Swedia Berantakan, Salah Stok Rugi
- Saudi Perketat Pengawasan Haji 2026, Jemaah Ilegal Kena Denda Rp426 Juta
Artikel Terbaru
Chord Lagu Senyumlah Andmesh dari C untuk Masalah Hidup
Vinyl Bangkitkan Kembali Kenikmatan Musik di Era Digital
Elon Musk dan 17 Bos AS Temui Xi Jinping di China
PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
Farhan Halim Comeback, Doni Haryono Bersinar, Fahreza Absen
Polisi Tokyo Tangkap Eks Bos MTU Jepang Kasus Rp170 Miliar
Tautan Sahabat
- Menhut Raja Juli Soroti Multilateralisme Lawan Krisis Iklim
- Prakiraan Cuaca BMKG Papua Tengah 21 Mei 2026
- BPK Tegaskan Kewenangan Hitung Kerugian Negara
- MUI dan Muhammadiyah Kecam Penangkapan Aktivis Israel
- KPK Periksa 8 Pejabat RSUD Cilacap soal Dugaan Pemerasan THR
- 500.000 Lansia Sebatang Kara Terima MBG dari Negara
- RI Dorong Pembangunan Kota Cerdas Inklusif dan Adaptif
- Terdakwa Ibrahim Pejamkan Mata Sebelum Vonis Chromebook
- Ibrahim Arief Dituntut 15 Tahun, Vonis Chromebook Dibacakan
- Gelombang Demo Agustus: Jejak Delegitimasi Media dan NGO