Lokasi: Hikmah >>
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Hikmah8775 Dilihat
RingkasanCalon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKAD-DIY-2026-34523434.jpg)
Calon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran. TKAD menjadi instrumen seleksi utama bagi peserta dari luar wilayah untuk mengukur kemampuan akademik sebelum diterima di sekolah tujuan.
Prosedur pendaftaran TKAD mengharuskan calon peserta untuk melengkapi data diri dan memilih sekolah tujuan di DIY. SPMB Jogja menetapkan jadwal tes secara terpusat yang diumumkan melalui laman resmi penerimaan. Peserta dari luar DIY harus memastikan ketersediaan kuota dan memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dan tata cara pendaftaran TKAD dapat diakses melalui portal resmi SPMB Jogja. Panitia mengimbau calon siswa untuk memantau pengumuman terbaru agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran. TKAD menjadi langkah krusial bagi siswa luar DIY untuk bersaing mendapatkan tempat di sekolah favorit di Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/tdd4px421.html
Artikel Terkait
BRN Bali Serukan Perlawanan terhadap Mafia Gadai Rental
HikmahPengurus Daerah BRN Korda Bali menggaungkan misi memperkuat ekosistem bisnis rental mobil yang aman sekaligus memberantas jaringan mafia gadai kendaraan dalam momentum Rakernas DPP BRN 2026. Ketua BRN Korda Bali, Gung Rai, menegaskan rakernas tahun ini harus menjadi momentum penting melahirkan program kerja yang tidak hanya indah di atas kertas, namun berkomitmen tinggi dan realistis untuk dieksekusi di lapangan....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaPolisi Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Maut Pasar Grogol
HikmahPolres Metro Jakarta Barat masih memburu pelaku penganiayaan yang menyebabkan pria berinisial DM, warga Palmerah, Jakarta Barat, meninggal dunia. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wirawan mengungkapkan para pelaku sudah teridentifikasi oleh penyidik Polsek....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaPolda Metro Bongkar Jaringan Narkotika dari Lapas, Sita Ekstasi
HikmahPolda Metro Jaya menyita 1. 000 butir ekstasi dalam penggerebekan di Apartemen Green Bay, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Selasa (5/5/2026) malam....
【Hikmah】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- BYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
- Cekcok di Cibubur Berujung Penganiayaan dan Mobil Dirusak
- Polda Metro Gagalkan Peredaran 1.000 Ekstasi dan Sabu
- Polda Metro Jaya Terima Laporan Dugaan Pidana Serikat Pekerja
- BMKG: Waspada Hujan Petir Guyur Pekanbaru 14 Mei 2026
- Dua Pegawai Katering Cikarang Cabuli dan Aniaya Bocah 13 Tahun
Artikel Terbaru
Laga Persis vs Persita Tanpa Penonton, Degradasi Ditentukan
Kebakaran Kampus Binus Kemanggisan, Asap Tebal Macetkan Jalan
Polisi Bubarkan Balap Liar di Taman Mini Jakarta Timur
Jakarta Targetkan 100 Persen Air Bersih pada 2029
Wagub Erwan Ingatkan Bobotoh Larangan Masuk Lapangan
Model Dibegal di Tol Kebon Jeruk, Kritis
Tautan Sahabat
- Gerakan 'Kecoak' Makin Santer di India
- Harga Minyak Melonjak Usai Serangan Drone di UEA
- WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Internasional, 131 Tewas
- Drone Hizbullah Hambat 70 Persen Serangan Israel di Lebanon
- Trump: Iran Tak Bisa Ambil Uranium dari Reruntuhan Nuklir
- 3 Pendaki Tewas Tertimbun Erupsi Gunung Dukono
- Senator Filipina Kabur ke Senat Usai Surat Penangkapan ICC
- Ekonomi Rusia Melambat, UE Sanksi Penculikan Anak Ukraina
- Vinyl Bangkitkan Kembali Kenikmatan Musik di Era Digital
- Aktivis GSF: Penderitaan Palestina Jauh Lebih Besar dari Tahanan