Lokasi: Berita >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Berita71 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/svfqope1s.html
Artikel Terkait
Pakar Sebut Prabowo Tak Paham Soal Investasi Desa
BeritaFerry Latuhihin melontarkan kritik tajam terhadap pemahaman ekonomi Presiden Prabowo Subianto dalam program Kompas Petang, Senin (18/5/2026). "Kalau menurut saya sih, Pak Presiden enggak mengerti ekonomi ya....
【Berita】
Baca SelengkapnyaTabrakan Beruntun di Tol JORR Cakung, Dua Tewas
BeritaKecelakaan lalu lintas melibatkan tiga kendaraan yakni tracktor head B 9757 UEJ, truck box B 9715 UPA, dan pick up B 9037 FVE. Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Brata Manggala menyatakan korban merupakan pengemudi dan pendamping di kendaraan pick up yang meninggal dunia dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati pada Sabtu (16/5/2026)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaLibur Panjang, 10 Ribu Pengunjung Padati TMII Kamis Siang
BeritaSebanyak 10 ribu orang telah mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis pukul 14. 00 WIB, angka ini meningkat signifikan dibandingkan kedatangan pada pukul 10....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- KKR Paskah Soroti Krisis Moral, Dorong Pemuda Agen Perubahan
- Pemuda Tewas di Biliar Jakbar Saat Lindungi Pacar
- LBH Jakarta Desak Polda Tinjau Ulang Tim Pemburu Begal
- Eza Gionino Akui Canggung Bertemu Meiza Usai Pisah Agustus
- TAUD Nilai Andrie Yunus Rentan Intimidasi di Sidang Militer
Artikel Terbaru
Noel Ebenezer Sebut Tuntutan 5 Tahun Penjara Gila
Polda Metro Jaya Terima Laporan Dugaan Pidana Serikat Pekerja
Pemuda Bonceng Tiga Tabrak Tiang Demi Kabur dari Kejar Massa
Polisi Selidiki Pencuri Motor Bersenpi di Siang Hari
Ayu Ting Ting Digandeng Pria Diduga Politisi, Ini Reaksinya
LBH Jakarta Desak Polda Tinjau Ulang Tim Pemburu Begal
Tautan Sahabat
- 41 Jenis Hantavirus, Virus Andes di Kapal Pesiar dan Indonesia
- Netanyahu Sebut Mojtaba Hidup, Akui AS-Israel Keliru Prediksi Selat Hormuz
- Iran Akui Ekonomi Lumpuh Akibat Perang, Infrastruktur Hancur
- Iran Siap Gugat AS-Israel ke Pengadilan Internasional
- IRGC Iran Bocorkan Serangan ke AS Pakai Satelit China
- KTT Trump-Xi tanpa wanita menuai kritik maskulin
- Iran Tolak Tuntutan AS, Balas Tanggapan Washington Terbaru
- Macron Tegur Peserta KTT Afrika, Tuai Kritik Pedas
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental di Ukraina
- Iran Sambut Diplomasi China-Pakistan di Tengah Konflik