Lokasi: Properti >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi S2-S3 di BIB 2026
Properti422 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag,Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ia menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/sv5botis0.html
Artikel Terkait
Oknum TNI Tembak Rekan TNI Saat Berjoget
PropertiKepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya, Letkol (Inf) Yordania, mengungkapkan peran dua tersangka dalam kasus tewasnya Pratu FAA. Sertu MRR berperan sebagai penembak, sedangkan DS berperan menyembunyikan barang bukti....
【Properti】
Baca SelengkapnyaMasinis Argo Diperintahkan Rem Dikit-dikit Sebelum Tabrakan
PropertiMasinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek mulai melakukan pengereman pada jarak 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan dengan KRL Commuter Line Jakarta-Cikarang di JPL 85, demikian pernyataan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono. Ia mengetahui informasi tersebut dari PK Timur, pengendali jalur antara Manggarai hingga Cikampek....
【Properti】
Baca SelengkapnyaPuasa Arafah bagi yang tak berhaji: hukum, niat, keutamaan
PropertiPuasa Arafah dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Kyai Haji Luki Husin, guru teladan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Gorontalo, mengatakan puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang belum mampu atau tidak menjalankan ibadah haji di Mekkah....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Geely Siap Luncurkan SUV Bensin Baru di Indonesia
- Jaksa KPK Hadirkan Eks Pimpinan PN Depok di Sidang Suap
- Puasa Tarwiyah Idul Adha, Ini Keutamaan Menurut Hadis
- Kemenkeu Bantah Video Viral Menkeu Tawarkan Bantuan Modal
- Jahitan Tas Vita Angkat Martabat Perempuan Disabilitas Sukoharjo
- AKP Deky Diduga Minta Rp65 Juta dari Bandar Ishak
Artikel Terbaru
Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
MK Soroti QR Code Produk Makanan Tidak Aktif
Akademisi Usul Penggabungan Lembaga HAM yang Tumpang Tindih
TAUD Laporkan Majelis Hakim Kasus Andrie Yunus
Rien Wartia Tolak Damai, Tempuh Jalur Hukum untuk Efek Jera
Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Seperti 1998
Tautan Sahabat
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- PPTI Yakin Target TBC 2030 Tercapai Jika Semua Pihak Patuh
- IDAI Ingatkan Risiko Dehidrasi Anak di Ruang AC
- BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
- Hoaks Media Sosial Picu Rendahnya Imunisasi Anak Aceh
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik