Lokasi: Kesehatan >>
Beasiswa Double Degree Kemenag 2026 Masih Dibuka
Kesehatan844 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025, setelah sebelumnya menjalin kerja sama internasional dalam kerangka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026. Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengungkapkan perluasan ini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-BIB-Kemenag-2026.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025, setelah sebelumnya menjalin kerja sama internasional dalam kerangka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026.
Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengungkapkan perluasan ini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London. "Ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia serta mendukung pengembangan cendekiawan dan profesional yang terhubung secara global," jelasnya dalam keterangan resmi.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan PUSPENMA, Siti Maria Ulfa, menambahkan program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul dengan pengalaman akademik internasional. Calon pendaftar wajib memenuhi persyaratan, termasuk memiliki sertifikat resmi dari ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org). Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag dibuka mulai 1 April 2026 hingga 31 Mei 2026, dengan informasi lengkap tersedia di website resmi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ree08xtc2.html
Artikel Terkait
Likuiditas Bank Kuat, Kredit Konsumsi dan UMKM Melambat
KesehatanLikuiditas perbankan nasional dinilai masih sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya suku bunga acuan. Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Puspitasari, menyatakan rasio Loan to Deposit (LDR) perbankan berada di kisaran 84,6 persen pada Maret 2026....
Baca SelengkapnyaPelemahan Rupiah Dorong Swasembada Pangan dan Energi
KesehatanPemerintah diminta segera menyiapkan langkah moneter dan fiskal secara bersamaan agar gejolak kurs tidak berdampak lebih luas terhadap perekonomian nasional. "Kita harus menyikapi perkembangan ekonomi ini dengan tenang, seksama, dan bijak, baik dari sisi moneter maupun fiskal," kata Abdul Rahman kepada wartawan, Rabu (13/5/2026)....
Baca SelengkapnyaUtang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.622,5 Triliun
KesehatanUtang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat naik 0,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik dan ULN sektor swasta....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Komnas HAM dan Polisi Selidiki Pencabulan Santri Pati
- Lesu Akibat Industri Nikel Melambat, Ekonomi Warga Tertekan
- Rupiah Tembus Rp17.500, Harga Pangan-Elektronik-Obat Melonjak
- MSCI Coret Antam, Fundamental Bisnis Tetap Solid
- Onad Akui Trauma Usai Rehab, Butuh Bantuan Psikolog
- Pertamina Operasikan Dua Kapal Gas Raksasa Jaga Pasokan LPG
Artikel Terbaru
Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
ParagonCorp Luncurkan Smart Lab 2.0 untuk Riset Kosmetik Presisi
Ketua Komisi XI DPR Desak BI Stabilkan Rupiah Segera
Generasi Muda Didorong Berkiprah di Industri Sawit
MSCI Coret Antam, Fundamental Bisnis Tetap Solid
Rupiah Terancam Rp17.600, BI Diminta Jaga Kepercayaan Investor
Tautan Sahabat
- Zulhas Janjikan Skema SPPG Beli Ikan Nelayan
- Trading Smartphone Jadi Tren Baru di Asia Tenggara
- Okupansi Perkantoran Segitiga Emas Jakarta Tembus 72 Persen
- Cadangan 31 Miliar Ton, Batu Bara Penopang Energi Indonesia
- ASDP Rayakan HUT Ke-53, Kinerja Tumbuh Berkelanjutan
- Rebalancing MSCI Dinilai Dorong Penguatan Pasar Modal
- TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk Hubungkan Indonesia-Papua Nugini
- Lesu Akibat Industri Nikel Melambat, Ekonomi Warga Tertekan
- Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
- IBC Usul Insentif EV Berbasis Komponen Baterai untuk Hilirisasi