Lokasi: Bisnis >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi S2-S3 di BIB 2026
Bisnis318 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag,Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ia menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/qpr2dbf9i.html
Artikel Terkait
Murray Valley Tewaskan 2 Orang di Australia Akibat Virus Nyamuk
BisnisDepartemen Kesehatan Wilayah Utara menyebut kasus ini sebagai bagian dari peningkatan risiko penyakit yang dibawa nyamuk. TRT World melaporkan bahwa kasus ini muncul setelah virus MVE sebelumnya terdeteksi pada populasi nyamuk di Darwin, ibu kota wilayah tersebut....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaHP Hilang di Flyover Jatibaru Ditemukan Pedagang
BisnisKapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya mengkonfirmasi ponsel milik Dyah berhasil ditemukan sekitar pukul 16. 30 WIB atau satu jam setelah korban melapor kehilangan....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPenumpang KRL Nyeri Tulang Usai Terjatuh ke Rel Manggarai
BisnisSeorang penumpang perempuan terjatuh ke jalur 3 Stasiun Gambir karena peron yang padat pada Rabu (13/5/2026) pukul 17. 10 WIB....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Brasil di Piala Dunia 2026: Dilema Romantisme Neymar
- Dua Pegawai Katering Cikarang Cabuli dan Aniaya Bocah 13 Tahun
- Ayah di Tambun Cabuli Anak, Modus Edukasi Seksual
- Dirut Terra Drone Minta Maaf, Minta Hukuman Ringan
- Lirik Lagu 405 Justin Bieber: Loving On Me
- Polisi Intai Markas Judol WNA di Hayam Wuruk Tanpa Identitas
Artikel Terbaru
Messi Cetak 3 Gol 1 Assist, Bawa Inter Miami Menang
Toyota Avanza Terbakar di Tol Jagorawi Akibat Korsleting
Cekcok di Cibubur Berujung Penganiayaan dan Mobil Dirusak
320 WNA Sindikat Judol Jakbar Segera Disidang di Indonesia
Kunci Gitar 8 Letters Why Don't We Viral TikTok
Toyota Avanza Terbakar di Tol Jagorawi Akibat Korsleting
Tautan Sahabat
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga