Lokasi: Kuliner >>
Beasiswa Doktoral Unpad 2026 Dibuka, Ini Syaratnya
Kuliner958 Dilihat
RingkasanUniversitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Program Beasiswa BPDP 2026 hingga 13 Juli 2026 bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral dengan pembiayaan penuh. Program ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang akademik dan riset, di mana peserta akan mendapatkan dana pendidikan serta riset selama maksimal tiga tahun dengan pendampingan dari promotor unggul Unpad....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/suasana-di-kampus-unpad-jatinangor-sumedang-kamis-2632020.jpg)
Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Program Beasiswa BPDP 2026 hingga 13 Juli 2026 bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral dengan pembiayaan penuh. Program ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang akademik dan riset, di mana peserta akan mendapatkan dana pendidikan serta riset selama maksimal tiga tahun dengan pendampingan dari promotor unggul Unpad.
Program beasiswa ini ditujukan bagi lulusan S2 berprestasi yang memiliki motivasi akademik tinggi dan potensi penelitian yang kuat. Peserta yang lolos seleksi akan memperoleh sejumlah fasilitas pembiayaan, sehingga mahasiswa diharapkan dapat fokus menyelesaikan studi doktoral tepat waktu dan menghasilkan riset berkualitas. Beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi calon pendaftar antara lain: Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA), serta memiliki sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran (PIP Unpad) dengan nilai minimal 525 yang masih berlaku.
Sebagai alternatif, calon pendaftar juga dapat menggunakan sertifikat Tes Potensi Akademik (TPA) dari institusi penyelenggara resmi lainnya yang diakui Unpad, seperti PLTI Himpsi, UGM, UNAIR, UI, atau BAPPENAS. Dengan dukungan pembiayaan penuh dan bimbingan dari para promotor unggul, program BPDP diharapkan dapat mencetak doktor-doktor berkualitas yang siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset di Indonesia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/qdippeo46.html
Artikel Terkait
Toyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
KulinerErnando menilai insentif Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) merupakan langkah positif dari pemerintah untuk mendorong perkembangan pasar otomotif. Hal itu disampaikannya kepada Tribunnews....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaRupiah Anjlok ke Rp 17.735, Tertekan FOMO Valas
KulinerNilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (19/5/2026) siang pukul 13. 00 WIB melemah ke level Rp 17....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaPemerintah Didorong Cari Solusi Regulasi Rokok
KulinerKementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menginisiasi penyusunan aturan standar kadar nikotin dan tar yang sangat rendah, sebuah kebijakan yang dinilai berpotensi memukul industri hasil tembakau nasional dari hulu hingga hilir. Rencana penerapan batasan ketat ini dikhawatirkan membuat varietas tembakau nasional yang secara alamiah memiliki kandungan nikotin tinggi tidak lagi terserap oleh produsen, sehingga mengancam keberlangsungan sektor pertembakauan secara keseluruhan....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Hossam Hassan, Orang Mesir Pertama di Piala Dunia Pemain dan Pelatih
- Pertamina Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg saat Libur Panjang
- Pemenang BRI Debit Barcelona Terbang ke Spotify Camp Nou
- BKI Tekankan Standar Keselamatan Kapal Cepat Batam
- Jadwal TV Minggu: Youth Doctor JAK TV, Rumpi TRANS TV
- IHSG Ambles 2,55 Persen Usai Dibuka Menguat, Apa Sebabnya?
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
IHSG Melemah 52,1 Poin, Rupiah Menguat ke Rp17.653
Pegadaian Raup Laba Rp4,38 Triliun, Melonjak 87 Persen
Komisi V Minta Menhub Dudy Jujur soal Kecelakaan Kereta
Eks ART di DPR Minta Anggota Dewan Tak Pilih Kasih
APBI Beberkan 'Trilema' Berat Hantui Batu Bara Nasional
Tautan Sahabat
- Dolar Menguat, Harga Suku Cadang Otomotif Naik 20 Persen
- Dolar Tembus Rp 17.701, Harga Energi Melonjak
- Koperasi Diajak Bangun Jejaring Bisnis Internasional
- GMFI Target Pendapatan Rp9,5 Triliun dan Laba Rp617,7 M di 2026
- Minyakita Lenyap dari Pasar Minggu, Pedagang Lebih Baik Tutup
- Likuiditas Bank Kuat, Kredit Konsumsi dan UMKM Melambat
- Rupiah Anjlok ke Rp 17.529 per Dolar AS, Rekor Terburuk
- BRImo Dorong Ekonomi Solo hingga Lereng Merbabu
- Prabowo Hadiri Rapat DPR untuk Jawab Keraguan Pasar Fiskal
- Saryati Sulap Bawang Goreng Tembus Pasar Swalayan