Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kesehatan8538 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/pyte823ab.html
Artikel Terkait
Inverse 2026 Satukan Pecinta Otomotif dan Industri Kreatif
KesehatanFestival Inkverse 2026 diproyeksikan menarik 2. 500 hingga 5....
Baca SelengkapnyaKPK Diminta Transparan soal Cargo Lartas Bea Cukai
KesehatanPengusaha logistik R. Gautama Wiranegara mengingatkan publik agar tidak langsung menyimpulkan bahwa seluruh barang yang dikaitkan dengannya otomatis ilegal....
Baca SelengkapnyaDewan Adat Luwu Eksis, Tak Campuri Urusan Pemerintah
KesehatanAndi Maradang Mackulau Opu To Bau memimpin Kerajaan Luwu yang memiliki istana bergaya arsitektur kolonial Eropa berpadu tradisional. Wartawan Tribunnews....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Enam Karoseri Pamer Bus Double Decker, Listrik, Sleeper
- Anggota DPR Syok WNA Pimpin BUMN Ekspor, Minta Batas Waktu
- Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel, Kapal GSF Hilang
- Larangan Potong Kuku Sebelum Kurban Menurut Ulama
- Iran Sampaikan 10 Tuntutan Resmi ke FIFA dan Tuan Rumah Piala Dunia
- Purbaya Bela Prabowo Soal Tuduhan Tak Paham Rupiah
Artikel Terbaru
Omo X Suspensi Double Wishbone Nyaman di Jalan Rusak
KSPSI Minta Pemerintah Tekan Impor Demi Rupiah Stabil
Lelang Harley Davidson Rajo Emirsyah Capai Rp87 Juta
Nutri-Level A-D: Arti dan Batas Gula pada Produk
Southampton Gagal Promosi Akibat Skandal Mata-mata
KPK Ungkap Aliran Dana, Hilman Latief Bantah Ditanya soal Uang Haji
Tautan Sahabat
- Pemerintah Daerah Perkuat Infrastruktur Digital Lawan Serangan Siber
- Komisi Ojol Turun, Ekosistem Digital Topang Bisnis Aplikator
- Mitrabara Andalkan Stok Batubara Hadapi Pembatasan RKAB 2026
- Harga Emas Antam Stagnan di Rp2.769.000 per Gram
- Rupiah Bisa Tembus Rp 18.000, Pengamat Usul Hentikan MBG
- Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
- IHSG Tertekan MSCI, Investor Waspadai Arus Dana Asing
- Menteri Amran Pecat ASN Kementan yang Jadi DPO
- RATU Resmi Akuisisi Blok Madura Strait, Portofolio Migas Bertambah
- Pemerintah Percepat Pengolahan Sampah TPA Jadi Energi