Lokasi: Properti >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Properti424 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/pe4yyp0rt.html
Artikel Terkait
13 Negara Terdampak Hantavirus Kapal Pesiar, F-35 Kirim SOS
PropertiPenumpang kapal dari sedikitnya 13 negara kini dipantau untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. WHO melalui Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan ancaman kesehatan masyarakat akibat wabah tersebut masih tergolong rendah....
【Properti】
Baca SelengkapnyaDavid Franico Pimpin PERBASASI DKI, Target PON XXII
PropertiDavid Franico resmi terpilih sebagai Ketua Umum PERBASASI DKI Jakarta periode 2025-2029 melalui mekanisme voting yang melibatkan seluruh pemegang hak suara sebagai bentuk implementasi prinsip demokrasi, transparansi, dan tata kelola organisasi olahraga yang profesional. Usai terpilih, David Franico langsung menegaskan fokus utama kepengurusan baru, yakni memperkuat sistem pembinaan atlet dari level usia dini hingga elite guna menjaga dominasi DKI Jakarta di pentas nasional....
【Properti】
Baca SelengkapnyaInsiden Le Mans: Tendangan Pecco Bagnaia Kontroversial
PropertiPecco Bagnaia kehilangan grip ban depan yang berujung DNF (did not finish) akibat terjatuh di lap ke-16 pada MotoGP seri terbaru. Pembalap Ducati asal Turin, Italia ini mengaku puas dengan kondisi motor, khususnya dalam hal kecepatan....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen
- Jorge Martin Buru Gelar Juara MotoGP 2026, Bagnaia Ingat 2024
- Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate Juli 2025
- Malaysia Masters 2026: Hanya Lanny/Apriyani ke 16 Besar
- Skenario Persis Solo Bertahan: Madura United Dilarang Menang
- Klasemen MotoGP 2026: Diggia Teror Martin Usai Kecelakaan Marquez
Artikel Terbaru
Offroader Kalteng Borong 5 Podium di Kejurnas Seri 2
Gagal di Thailand Open, Ginting Tersingkir, 6 Wakl Lolos
Vanja Bukilic Kembali ke Red Sparks Liga Voli Korea
Duel 10 Lap Ketat Warnai Kejurnas Motoprix 2026
Sevilla vs Real Madrid: Laga Penentu Degradasi Los Nervionenses
Bardia Saadat Cedera, Bela Jakarta Bhayangkara Batal
Tautan Sahabat
- Prabowo Target Rupiah Rp16.800-Rp17.500, Inflasi Maksimal 3,5 Persen di 2027
- Bank BSN Raih Apresiasi Menteri PKP Kuasai Pasar KPR Subsidi Syariah
- WIKA Tunjuk Prof Harris Arthur Hedar sebagai Komisaris Independen
- Anak Muda 19-34 Tahun Terjerat Pinjol, Diminta Rutin Investasi
- Jasa Raharja Libatkan Driver Online Percepat Lapor Laka
- Rupiah Tembus Rp17.500 meski Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen
- Dolar Tembus Rp 17.701, Harga Energi Melonjak
- Pemerintah Didorong Cari Solusi Regulasi Rokok
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP
- Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Stagnan, Ancaman MIT Masih Nyata