Lokasi: Pendidikan >>
SIT Darul Abidin Ajarkan Siswa Kendalikan AI, Bukan Jadi Pengguna
Pendidikan3339 Dilihat
RingkasanInternational Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding Kemendikdasmen Yogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sekolah-Islam-Terpadu-SIT-Darul-Abidin-menggelar-International-Scratch-Day-2026.jpg)
International Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan.
Kepala Litbang SIT Darul AbidinEndah Tri Kusumawati menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi secara positif dan penuh tanggung jawab. "Kami mendidik anak-anak sesuai zamannya. Melalui program ini, kita ingin anak-anak bukan hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu berperan aktif dalam menciptakan sebuah inovasi," ujar Endah dalam sambutannya.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota yang mengingatkan pentingnya batasan dalam memanfaatkan teknologi. "Acara ini keren sekali. Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi saat ini. Yang bisa dilakukan adalah membuat pedoman penggunaan AI. Jangan sampai kita percaya sepenuhnya pada AI. Tetap manusia yang harus memegang kendali dan melakukan verifikasi," tegas Wahid. Senada dengan hal tersebut, Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena menganalogikan AI seperti dua sisi mata pisau yang membawa dampak positif sekaligus negatif. "Jika digunakan dengan baik, AI akan memberikan manfaat besar bagi aktivitas manusia. Pemerintah sendiri sudah menetapkan keputusan bersama tujuh menteri dan menerbitkan buku saku AI. Jadi, bukan hanya soal cara menggunakannya, tetapi etika yang harus dikedepankan," jelas Yogi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/p6myg98tm.html
Artikel Terkait
Rien Wartia Tolak Damai, Tempuh Jalur Hukum untuk Efek Jera
PendidikanErin memilih melanjutkan proses hukum karena merasa tuduhan terhadap dirinya telah merusak nama baik dan reputasi. "Saya bukannya nggak mau damai, tapi nama baik saya sudah dirusak," kata Erin dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Kamis (21/5/2026)....
Baca SelengkapnyaPemanfaatan AI pada MRI Bantu Dokter Petakan Penyakit Kompleks
PendidikanRumah sakit swasta dan pemerintah mulai meningkatkan investasi pada teknologi pencitraan medis Magnetic Resonance Imaging (MRI) berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini menghasilkan kualitas gambar lebih detail dan waktu pemeriksaan lebih efisien....
Baca SelengkapnyaMenkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
PendidikanPrevalensi obesitas di Indonesia meningkat signifikan berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sekitar 1 dari 4 orang dewasa atau 23,4 persen kini hidup dengan obesitas, naik dibanding tahun 2018 yang tercatat sebesar 21,3 persen....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- PSG Pemanasan Sempurna Setara Laga Champions, Arsenal Jadi Sasaran
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- 5 Cara Alami Tingkatkan Nafsu Makan untuk Naik Berat Badan
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Chord Lagu Senyumlah Andmesh dari C untuk Masalah Hidup
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
Artikel Terbaru
Prakiraan Cuaca Bali, Bedugul Hujan Ringan Siang
Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
Ratu Sofya Balik Somasi Ibunda Usai Promo Film Seret
Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
Tautan Sahabat
- Ubed Belajar dari Kekalahan Lawan Christo Popov
- Megawati Hangestri Gabung, Hyundai Hillstate Makin Ganas
- Pertemuan Dua Raja di 32 Besar Thailand Open 2026
- Duel 10 Lap Ketat Warnai Kejurnas Motoprix 2026
- Bukilic Jadi Pemain Tertinggi di Liga Voli Korea
- Ananda Mikola Pimpin MGPA, Mandalika Pusat Talenta Motorsport
- Usyk Siapkan Strategi Khusus Hadapi Gaya Kickboxer Verhoeven
- Megawati Hangestri Samar di Deretan Pemain Asing Liga Voli Korea
- 10 Tim Basket SMA Berebut Tiket Asia Pasifik di Singapura
- Jadwal Sprint MotoGP Catalunya 2026, Bagnaia Frustrasi