Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kesehatan4925 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ox778rfj3.html
Artikel Terkait
Fiersa Besari Cuma Minta Snack dan Buah untuk Rider Konser
KesehatanFiersa Besari membocorkan isi riders atau daftar permintaan yang diajukan kepada penyelenggara acara. Permintaan tersebut tergolong sederhana dan tidak menyulitkan pihak penyelenggara....
Baca SelengkapnyaKasus Daycare Little Aresha: Hakim dan Dosen Diperiksa
KesehatanPolisi mengungkapkan kemungkinan penambahan tersangka dalam kasus kekerasan terhadap anak di Yayasan RIL. Kasatreskrim menyatakan bahwa ekspose kasus telah dipaparkan di hadapan anggota kejaksaan setempat untuk merumuskan pokok materi hukum....
Baca SelengkapnyaPelajar Jogja Tewas Ditusuk Klitih Usai Kejar-kejaran
KesehatanSeorang warga Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta meninggal dunia setelah dianiaya oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Magelang, Minggu (23/3/2025) dini hari. Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan korban telah dilarikan ke RS Panti Rapih namun dinyatakan meninggal dunia....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Honda Patenkan Motor Trail Listrik Rasa Konvensional
- Pria Ngaku Polisi di Garut Rusak Rumah Anggota DPR
- Polisi Tewas Tabrak Truk Parkir Rusak di Konawe
- 10 Pendulang Tewas di Papua, Diduga Dibunuh KKB
- Persib vs PSM di Super League Pekan 33 Penentu Juara
- Ramalan Weton Kamis Pon 21 Mei 2026: Rezeki dan Jodoh
Artikel Terbaru
PEVS 2026 Siap Tampilkan Teknologi EV dan Kendaraan Masa Depan
Ayah-Anak Ditangkap, Siram Air Keras ke Penjual Tempe
Plafon Gedung Rp15,3 Miliar di Tuban Roboh Dua Kali
Bripka Abu Bakar Tertangkap Pesta Narkoba di Buru
Lautaro Sejajar Legenda, Chivu Dua Kali Double Winner
Bocah Rohul Meninggal Diduga Dianiaya Saat Ritual Sembuh
Tautan Sahabat
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- WHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya