Lokasi: Berita >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berita241 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ox7212vhn.html
Artikel Terkait
Raim Laode: Bahagialah Kamu dengan Duniamu Chord
BeritaLagu Babak Terakhir kembali populer di 2026 setelah pertama kali dirilis pada 2022 melalui kanal YouTube Raim Laode dan menjadi tren digital. La Ode Raimudin atau Raim Laode adalah seniman multitalenta asal Liya Toko, Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang memulai karier sebagai komika sebelum sukses menjadi aktor dan penyanyi-penulis lagu....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok
BeritaIndonesia resmi mengoperasikan SPKLU atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ke-5. 000 yang menandai kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di tanah air....
【Berita】
Baca SelengkapnyaToyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
BeritaTAC Manado menjadi peserta dengan perjalanan terjauh di GR DAY 2026 setelah menempuh rute sepanjang 3. 027 kilometer dari Manado menuju Jakarta menggunakan Toyota Agya generasi pertama....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Arsenal Menang 1-0, Arteta Pantau Bournemouth vs City
- BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
- Wuling Eksion Mulai Diniagakan di India dengan Nama Starlight 560
- BRN Bali Serukan Perlawanan terhadap Mafia Gadai Rental
- Kunci Gitar Ini Adalah Cinta Arsy Widianto Wijaya 80
- DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Hatchu Salma Salsabil: Terbangun Siapkan Kopi
Rupiah Melemah, Harga Mobil dan Elektronik Diprediksi Naik
Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
Schaeffler Ekspansi Baterai EV Jangkau Pasar Kalimantan
Eza Gionino Akui Canggung Bertemu Meiza Usai Pisah
BYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024
Tautan Sahabat
- Gerakan 'Kecoak' Makin Santer di India
- India Minta Jalur Bebas Hambatan di Selat Hormuz
- Meta PHK 8.000 Karyawan dan Hentikan 6.000 Rekrutmen
- Intelijen AS: 90% Fasilitas Rudal Iran Masih Beroperasi
- Xi Sentil Trump: Langkah Salah Soal Taiwan Picu Konflik
- Nafsiah Tegar Usai Suami Dimakamkan: Semoga Diterima Amalnya
- AS Tolak Penerbangan Air France Asal Kongo Cegah Ebola
- Putra Pendiri Mango Ditangkap Terkait Kematian Sang Ayah
- Iran Ingin Upayakan Perdamaian, Termasuk Lebanon
- PM Greenland Tegaskan Wilayahnya Tak Akan Dijual ke AS