Lokasi: Pendidikan >>
Kunci Jawaban PJOK Kelas 4 Halaman 155 Kurikulum Merdeka
Pendidikan81746 Dilihat
RingkasanSebuah soal latihan mengukur denyut nadi menguji kemampuan siswa dalam mengisi bagian yang hilang dengan kata yang tepat. Andika Suhendar merasa lemas setelah denyut nadinya terhitung 55 kali per menit....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SISWA-SD-BELAJAR-10.jpg)
Sebuah soal latihan mengukur denyut nadi menguji kemampuan siswa dalam mengisi bagian yang hilang dengan kata yang tepat. Andika Suhendar merasa lemas setelah denyut nadinya terhitung 55 kali per menit. Dari data tersebut, guru menyimpulkan kondisi kebugaran Andika sedang tidak baik dan menyarankannya untuk beristirahat. Dalam kondisi bugar, Andika dikenal sebagai anak periang yang suka bergaul dan aktif dalam aktivitas fisik seperti pelajaran olahraga.
Soal tersebut merupakan bagian dari latihan mengisi titik-titik dalam paragraf dengan isian kata yang sesuai dari kotak jawaban. Data denyut nadi Andika yang rendah menunjukkan kebugarannya sedang menurun, sehingga ia perlu pemulihan. Aktivitas fisik yang biasanya dilakukan Andika saat sehat mencakup interaksi sosial dan partisipasi dalam pelajaran olahraga.
Latihan ini mengajarkan siswa untuk menghubungkan data medis sederhana dengan kondisi kebugaran seseorang. Hasil pengukuran denyut nadi Andika menjadi indikator utama dalam menentukan saran istirahat dari guru. Pemahaman tentang denyut nadi normal dan faktor yang memengaruhinya penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/o9m92fphc.html
Artikel Terkait
Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
PendidikanToyota masih mempertimbangkan peluncuran mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia. Bansar, perwakilan Toyota, menyatakan pihaknya perlu melihat kebutuhan konsumen terlebih dahulu sebelum menghadirkan teknologi tersebut....
Baca SelengkapnyaPrabowo Langsung Sampaikan KEM-PPKF di DPR, Pertama dalam Sejarah
PendidikanPresiden Prabowo Subianto akan menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna DPR RI, sebuah agenda yang biasanya dilakukan oleh para menteri. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga turut hadir mendampingi Presiden....
Baca SelengkapnyaMasyarakat Sipil Nobar Pesta Babi, Sudirman Said Kritik Negara
PendidikanNegara yang semestinya berperan sebagai alat pembagi kemakmuran dan pencipta keadilan, menurut Sudirman, kini telah direduksi menjadi mesin kepentingan politik kekuasaan. Dalam sebuah diskusi, ia mempertanyakan arah penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai tidak lagi berpihak kepada kepentingan publik secara menyeluruh....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Curacao Tunjuk Dick Advocaat 30 Hari Jelang Piala Dunia 2026
- Fahri Bachmi: Putusan MK Mutlak, Sikapi Edaran Jampidsus
- Nadiem Makarim Tahanan Rumah, Dipasang Gelang Deteksi
- Pelatihan Vokasi Batch 2 Gratis Dibuka 19 Mei 2026
- BYD Luncurkan M6 DM, MPV PHEV Irit 65 Km per Liter
- KPK Periksa 8 Saksi di Bangkalan Terkait Dana Hibah Jatim
Artikel Terbaru
Senggolan Saat Joget Picu Oknum TNI Tembak Rekan di Kafe
AKP Deky Diduga Minta Rp65 Juta ke Bandar Narkoba
Prabowo Siap Turunkan Pajak Sementara untuk Pengusaha Terdampak
Muhadjir Effendy Dipanggil KPK soal Korupsi Kuota Haji
Kasus Hantavirus di Kalbar, Pasien Sakit Bawaan Meninggal
JNE Kecam Pembegalan Kurir, Apresiasi Ksatria di Bandung
Tautan Sahabat
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
- Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- BPJS Kesehatan Perluas Cathlab untuk Pasien Jantung
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Berbahaya Picu Stroke