Lokasi: Kesehatan >>

Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kesehatan458 Dilihat

RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....

Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.

Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.

Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.

Tags:

Artikel Terkait

  • FIFA Bertemu Timnas Iran, Sambutan Cerah ke Piala Dunia 2026

    Kesehatan

    FIFA dan Federasi Sepak Bola Iran menggelar pertemuan tatap muka di markas Federasi Sepak Bola Turki yang dihadiri Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom dan sejumlah tokoh penting kedua belah pihak. Pertemuan itu menjadi krusial karena FIFA mengejar kesediaan Timnas Iran untuk benar-benar berangkat ke Amerika Serikat yang akan menjadi tuan rumah pertandingan-pertandingan mereka....

    Kesehatan

    Baca Selengkapnya
  • Prakiraan Cuaca BMKG Papua Tengah 21 Mei 2026

    Kesehatan

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah di Papua Tengah pada hari ini, dengan kondisi dominan berawan di lima kabupaten. Di Kabupaten Nabire, suhu udara diperkirakan berkisar antara 23 hingga 29 derajat Celsius dengan kelembapan 69–97 persen....

    Kesehatan

    Baca Selengkapnya
  • Satgas Damai Cartenz Tangkap Wadanyon KKB di Yahukimo

    Kesehatan

    Polisi menangkap seorang pria berinisial YB (34) di ruang tunggu Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, dalam pengembangan kasus kepemilikan amunisi ilegal. Setelah penangkapan, tim menggeledah sebuah rumah di kawasan Kali Merah, Kota Dekai, pada Selasa 19 Mei 2026 sekitar pukul 16....

    Kesehatan

    Baca Selengkapnya