Lokasi: Hiburan >>
SPMB Jateng SMA 2026: Jadwal, Syarat, dan Urutan Seleksi
Hiburan3373 Dilihat
RingkasanPemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JATENG-2026-53453454.jpg)
Pemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengingatkan orang tua untuk memeriksa persyaratan secara cermat sebelum mendaftar di setiap jalur.
Setiap jalur memiliki kuota dan mekanisme seleksi berbeda. Jalur domisili menggunakan sistem zonasi berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah, sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta dari keluarga tidak mampu dengan bukti surat keterangan. Jalur prestasi menyeleksi berdasarkan capaian akademik dan non-akademik, sedangkan jalur mutasi orang tua/wali dikhususkan bagi anak yang orang tuanya pindah tugas ke Surabaya.
Calon peserta wajib menyiapkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, rapor, dan sertifikat prestasi jika mendaftar jalur prestasi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi ppdb.surabaya.go.id. Kepala Dispendik Surabaya menegaskan bahwa verifikasi dokumen akan dilakukan secara ketat untuk mencegah kecurangan, dan pelanggaran dapat berakibat diskualifikasi peserta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/n2fc7al64.html
Artikel Terkait
Kunci Gitar 8 Letters Why Don't We Viral TikTok
HiburanLagu 8 Letters dari grup Why Don't We kembali viral di aplikasi TikTok dengan kutipan lirik 'when I close my eyes. It's you there in my mind'....
【Hiburan】
Baca SelengkapnyaRupiah Anjlok ke Rp 17.735, Tertekan FOMO Valas
HiburanNilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (19/5/2026) siang pukul 13. 00 WIB melemah ke level Rp 17....
【Hiburan】
Baca SelengkapnyaPertumbuhan Ekonomi RI Mentereng, Rakyat Tak Rasakan
HiburanM. Rizal Taufikurahman, Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef, menyatakan meski ekonomi terlihat resilien, kondisi itu belum sepenuhnya mencerminkan fundamental yang kuat karena manfaat pertumbuhan belum dirasakan merata oleh kelas menengah dan sektor riil....
【Hiburan】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Menlu Singapura Dukung Indonesia Hadapi Krisis Energi
- Kaesang dan Akbar Himawan Dukung Reynaldo Bryan Maju Ketum HIPMI
- IHSG Ambrol 4,26 Persen ke 6.436, 719 Saham Rontok
- Pacific Palace Hotel Batam Sajikan Buffet Nusantara Rp99 Ribu
- Mbappe Ogah Main di Santiago Bernabeu, Real Madrid Krisis
- WIKA Tunjuk Prof Harris Arthur Hedar sebagai Komisaris Independen
Artikel Terbaru
Terjemahan Lirik Ora Urus Toton Caribo Viral di TikTok
Rupiah Merosot, Legislator PAN Minta Perry Warjiyo Mundur
Penjualan Rumah Second Meningkat, Prospek Pasar Properti Cerah
Junanto Herdiawan Resmi Pimpin BI Jabar Genjot Ekonomi Baru
Jorge Martin Buru Gelar Juara MotoGP 2026, Bagnaia Ingat 2024
Rupiah Ditutup Melemah Rp17.703, Sulit Menguat
Tautan Sahabat
- Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- 5 Manfaat Anggur bagi Kesehatan Tubuh
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia