Lokasi: Properti >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Properti9558 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/n26tb5ced.html
Artikel Terkait
Spotify Kembalikan Logo Lama Setelah Banjir Kritik
PropertiSpotify mengganti logo hijau datar klasiknya dengan desain bola disko fotorealistis untuk merayakan ulang tahun ke-20 perusahaan pada 17 Mei 2026. Perubahan ikon tersebut justru memicu banyak kontroversi di media sosial setelah akun Pop Crave memperlihatkan logo baru yang mengejutkan banyak pengguna....
【Properti】
Baca SelengkapnyaMuhadjir Effendy Dipanggil KPK soal Korupsi Kuota Haji
PropertiPemeriksaan terhadap Muhadjir Effendy hari ini ditunda karena saksi terkait mengajukan permohonan penundaan. Muhadjir Effendy merupakan politikus asal Madiun, Jawa Timur yang menjalani pendidikan dasar dan menengah di kota tersebut....
【Properti】
Baca SelengkapnyaKadin Dukung Gerakan Nasional Perlindungan PMI Menyeluruh
PropertiMenteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, meluncurkan Gerakan Nasional Migran Aman di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, pada Senin (18/5/2026). Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang Perlindungan Pengusaha dan Pekerja Migran Indonesia, Nofel Saleh Hilabi, menilai gerakan ini sebagai langkah strategis, progresif, dan visioner dalam membangun tata kelola perlindungan pekerja migran....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Bruno Fernandes Kunci Kemenangan, Casemiro Berpisah di Old Trafford
- Cadangan Migas Ganal, Tantangan Besar Energi Nasional
- 20 Link Twibbon Kenaikan Yesus Kristus 2026, Cara Unggah
- BGN Buka Hotline 127 untuk Aduan Penipuan Program MBG
- Bruno Fernandes Kejar Rekor Assist Henry dan De Bruyne
- KPK Panggil Muhadjir Effendy, Pemeriksaan Ditunda
Artikel Terbaru
Manchester City Pangkas Jarak dari Arsenal Usai Bantai Palace
Prabowo soal Dolar: Politisi Gerindra Sebut Motivasi untuk Desa
Menhan Sjafrie: Israel Lanjutkan Operasi Militer ke Lebanon
Hery Susanto Diperiksa Majelis Etik Ombudsman 25 Mei 2026
Leo/Daniel Selamatkan Indonesia, Denmark Juara Thailand Open 2026
Tujuh Jenazah WNI Korban Kapal Karam Dipulangkan
Tautan Sahabat
- Pedagang Tahu Kupat Manahan Bertahan di Tengah Sulitnya Ekonomi
- Pemulung Sampah Sukses Suplai Dapur MBG
- Pemerintah Wajibkan Ekspor SDA Lewat BUMN
- Rupiah Terancam Rp17.600, BI Diminta Jaga Kepercayaan Investor
- Lesu Akibat Industri Nikel Melambat, Ekonomi Warga Tertekan
- Gojek Hapus Goride Hemat, Tarif Naik Mulai Besok
- Bahlil Dorong Kesetaraan dan Percepat Izin di Migas
- Rupiah Tembus Rp17.500, Harga Pangan-Elektronik-Obat Melonjak
- Pedagang Jaksel Ogah Jual Minyakita karena Mahal dan Langka
- Purbaya Lantik 8 Pejabat Baru, Ingatkan Tanggung Jawab