Lokasi: Teknologi >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Teknologi99 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/mspndf3tf.html
Artikel Terkait
Wali Kota Arcadia Mengaku Bersalah sebagai Agen China
TeknologiWang hadir singkat di hadapan hakim federal yang meminta para pengacara menyepakati tanggal sidang berikutnya, di mana ia akan secara resmi menyampaikan pengakuan bersalahnya. Uang jaminan ditetapkan sebesar 25....
Baca SelengkapnyaJepang Bentuk Kelompok Kerja Khusus Kerjasama Pertahanan dengan RI
TeknologiMenteri Pertahanan Indonesia dan Menteri Pertahanan Jepang sepakat memperkuat kerja sama keamanan melalui skema baru transfer peralatan pertahanan. Kesepakatan ini muncul dalam pertemuan bilateral yang membahas langkah konkret menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan....
Baca SelengkapnyaIsrael Darurat Kekurangan 12.000 Tentara, Perwira Senior Angkat Bicara
TeknologiMiliter Israel menghadapi krisis kekurangan personel yang mengancam kapasitas operasional jangka panjang, dengan sekitar 7. 000 prajurit dibutuhkan untuk posisi tempur di tengah meningkatnya tekanan akibat konflik di berbagai front....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Messidoro Harap Persis Solo Selamat dari Degradasi
- Arsitek Bali Nyoman Popo Danes Bawa Filosofi ke Panggung Dunia
- Rusia Hujani Ukraina dengan 3.170 Drone dalam Sepekan
- Polisi Jepang Tangkap Mahasiswi RI Buang Jenazah Bayi
- Raim Laode: Bahagialah Kamu dengan Duniamu Chord
- Nyamuk Wolbitos Senjata Brasil Lawan Demam Berdarah
Artikel Terbaru
Amna Al Qubaisi, Pebalap Perempuan Tunggal di Porsche Carrera Cup Asia
Iran-China Perkuat Koordinasi Politik di Tengah Dinamika AS
Jepang Bentuk Kelompok Kerja Khusus Kerjasama Pertahanan dengan RI
Pemimpin Al-Qassam Tewas, Negosiasi Gaza Terancam Gagal
Terjemahan Lirik All Too Well Taylor Swift: Lost in Translation
Menlu Singapura Dukung Indonesia Hadapi Krisis Energi
Tautan Sahabat
- Donasi Orangutan Indonesia-Jepang Tembus Rp1,1 Miliar
- Penembakan Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
- BMW dan Toyota Uji Masa Depan Hidrogen di Jerman-Jepang
- Siklus 9 Tahun Hubungan Trump-Xi: Mesra KTT Lalu Perang Tarif
- Menlu Sugiono Bercanda Sulit Formal dengan Menlu Singapura
- Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal di Selat Hormuz
- Petani Tiongkok Stroke saat Berjualan, Warga Borong 4 Ton Apel
- 19 Tewas di Lebanon, Gencatan Senjata Israel Dipertanyakan
- AS Hentikan Penjualan Senjata Rp247 Triliun ke Taiwan
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental Ukraina Akibat Perang