Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kesehatan9 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/mcm60x2dd.html
Artikel Terkait
Jorge Jesus Sesumbar: Al Hilal Bangun, Al Nassr Tak Takut
KesehatanCristiano Ronaldo dan kawan-kawan di Al Nassr berpotensi mengunci gelar juara jika laga melawan Al Hilal berakhir imbang, sehingga mereka bisa memastikan trofi di pertandingan terakhir melawan Damac. Jorge Jesus menegaskan dirinya sama sekali tidak takut menghadapi laga besar yang bisa menentukan nasib gelar juara musim ini....
Baca SelengkapnyaAS Boroskan 200 Rudal THAAD untuk Lindungi Israel
KesehatanSeorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Washington telah menembakkan lebih dari 200 rudal pencegat dalam serangkaian operasi pertahanan udara. Jumlah tersebut belum termasuk lebih dari 100 rudal pencegat jenis SM-3 dan SM-6 yang juga digunakan untuk memperkuat perlindungan udara sekutunya....
Baca SelengkapnyaPutra Pendiri Mango Ditangkap Terkait Kematian Sang Ayah
KesehatanIsak Andic tewas setelah jatuh ke jurang sedalam sekitar 150 meter saat mendaki bersama Jonathan, namun penyelidikan dibuka kembali pada Maret 2025 setelah muncul perkembangan baru. “Kasus ini sedang diselidiki sebagai kemungkinan pembunuhan,” demikian pernyataan Pengadilan Tinggi Barcelona yang dikutip Pengadilan di Martorell, Spanyol, menetapkan uang jaminan sebesar 1 juta euro atau sekitar Rp18 miliar yang langsung dibayarkan pihak Jonathan....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- KY Tanggapi Aduan Nikita Mirzani Soal Dugaan Pelanggaran Etik
- Blokade AS, Iran Imbau Warga Hemat BBM dan Listrik
- Menlu RI Serukan Reformasi Sistem Global di Forum BRICS
- Polisi Jepang Tangkap Dua Penyusup Kandang Monyet Viral
- Kunci Gitar Ini Adalah Cinta Arsy Widianto Wijaya 80
- Menlu Singapura dan Sugiono Bahas Krisis Energi di Jakarta
Artikel Terbaru
QRIS Digital Andalan UMKM, Transaksi Wisata Makin Praktis
Kecelakaan Kereta dan Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang
Iran-China Perkuat Koordinasi Politik di Tengah Dinamika AS
Operasi Udara Israel Buru Pemimpin Tertinggi Militer Hamas
Kunci Gitar Ini Adalah Cinta Arsy Widianto Wijaya 80
Gunung Soffeh Dibom 20 Kali, Rudal Iran Aman
Tautan Sahabat
- Korlantas Luncurkan SIM Digital dan ETLE Drone di 2026
- Kemlu: Korsel Mitra Strategis Jangka Panjang, dari KF-21 hingga AI
- DJKI Luncurkan E-Pengaduan Perkuat Pelindungan KI
- RUU Polri Disahkan, Revisi UU Disetujui DPR
- 5 WNI Ditahan Israel, GPCI Minta Bantuan MPR
- Fahri Bachmi: Putusan MK Mutlak, Sikapi Edaran Jampidsus
- IRGC Iran Serukan Aktivasi Sel Tidur Teroris di Indonesia
- KPK Sita Ponsel Pengusaha Pacitan Citra Margaretha
- Juri Dinonaktifkan, Disdik Kalbar Sebut Speaker Bermasalah
- Masyarakat Sipil Kritik Demokrasi Indonesia di Peringatan Reformasi