Lokasi: Teknologi >>
Jalur Mandiri UIN Bandung 2026 Dibuka, Cek Syaratnya
Teknologi9 Dilihat
RingkasanUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka sembilan jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk menjaring calon mahasiswa dari berbagai latar belakang prestasi, kemampuan akademik, hingga kebutuhan khusus. Jalur yang dibuka meliputi Tahfidz/Qiro’atul Kutub, Prestasi, Khusus Disabilitas, Khusus Moderasi Beragama, Lulusan MAN Terbaik, Portofolio SPAN-PTKIN, SNBP, SNBT, dan UM-PTKIN Computer Based Test (CBT)....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kampus-uin-sunan-gunung-djati-bandung-2024-dfgferh.jpg)
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka sembilan jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk menjaring calon mahasiswa dari berbagai latar belakang prestasi, kemampuan akademik, hingga kebutuhan khusus. Jalur yang dibuka meliputi Tahfidz/Qiro’atul Kutub, Prestasi, Khusus Disabilitas, Khusus Moderasi Beragama, Lulusan MAN Terbaik, Portofolio SPAN-PTKIN, SNBP, SNBT, dan UM-PTKIN Computer Based Test (CBT). Setiap jalur dirancang untuk mengakomodasi potensi calon mahasiswa dari sisi akademik, keagamaan, maupun kemampuan khusus lainnya.
Jalur Tahfidz/Qiro’atul Kutub diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz atau kemampuan Qiro’atul Kutub. Jalur Prestasi menyasar calon mahasiswa dengan prestasi di bidang Seni dan Olahraga, Pramuka, PMR, Paskibra, atau Ketua OSIS minimal tingkat regional (kota/kabupaten). Jalur Disabilitas merupakan seleksi khusus bagi penyandang disabilitas yang memiliki potensi akademik dan motivasi belajar tinggi, diselenggarakan dengan prinsip inklusivitas, kesetaraan, dan keadilan dengan memperhatikan kebutuhan aksesibilitas peserta selama proses seleksi.
Jalur Khusus Moderasi Beragama ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, keadilan, keseimbangan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Jalur ini bertujuan menjaring calon mahasiswa yang mampu berkontribusi dalam penguatan kehidupan beragama yang inklusif, harmonis, dan berlandaskan nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin di lingkungan akademik.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/lifcp44ul.html
Artikel Terkait
Dani Carvajal Resmi Tinggalkan Real Madrid, Akhir Era Emas
TeknologiDani Carvajal akan meninggalkan Santiago Bernabeu pada akhir musim 2025/2026 setelah Real Madrid resmi mengumumkan kepergian bek veteran berusia 34 tahun itu. Pengumuman ini menandai akhir dari era generasi emas di klub tersebut....
Baca SelengkapnyaKunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD Halaman 168 Bunyi
TeknologiEnergi bunyi merupakan energi yang dihasilkan dari benda bergetar sehingga menimbulkan suara yang dapat didengar telinga manusia. Bunyi tidak akan muncul jika tidak ada getaran, dan semakin kuat getaran suatu benda, bunyi yang dihasilkan biasanya semakin keras....
Baca SelengkapnyaGap Year Buka Peluang Lebih Besar ke Kampus
TeknologiPada 2025, jumlah siswa kelas 12 SMA, SMK, dan MA di Indonesia mencapai sekitar 5. 400....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Republika Tolak Kriminalisasi Dua Jurnalis Ditahan Israel
Tata Cara Pra SPMB Banten 2026: Ajuan Akun Baru
SPMB Jatim 2026 Dibuka, Begini Cara Isi Nilai Rapor
Jadwal SPMB Tangsel 2026 TK SD SMP Dimulai Akhir Mei
Cristiano Ronaldo Tak Pantas Dipuja Meski Al Nassr Juara
85 Soal Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2 Lengkap Kunci Jawaban
Tautan Sahabat
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Yani Panigoro Soroti Perjuangan Kader Penyembuh TBC
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku