Lokasi: Travel >>
Indonesia-Malaysia Berpeluang Jadi Pusat Pendidikan Pascasarjana Asia
Travel5242 Dilihat
RingkasanYudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/World-Post-Graduate-Expo.jpg)
Yudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen. Ini peluang ASEAN, khususnya Indonesia dan Malaysia," ujar Yudi dalam pernyataannya. Menurut Yudi, saat ini terjadi pergeseran besar dalam peta pendidikan tinggi global, di mana Asia mulai menggeser dominasi Barat dalam sektor pendidikan dan riset. "Perguruan tinggi berada di perubahan yang besar. Asia mulai menggeser dominasi Barat," jelasnya.
Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih posisi ke-9 dunia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings. "Ini membuktikan perguruan tinggi kita tidak hanya mengejar angka, tetapi juga dampak," kata Yudi. Prestasi ini menunjukkan kemampuan perguruan tinggi Indonesia bersaing di level global.
"Kolaborasi RI-Malaysia dalam memajukan peradaban. Kedua negara bukan sekadar berkembang, tapi serumpun," ujar Yudi. Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Asia sebagai pusat pendidikan dan riset dunia yang baru.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/lfpohjptd.html
Artikel Terkait
TNI Perbaiki Rumah Reot Sandi Sekuriti Cilegon
TravelSandi menangis haru setelah rumah yang ia tempati bersama istrinya di Lingkungan Sukasari RT 002/007, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulo Merak, Kota akhirnya diperbaiki melalui program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). Sebelum renovasi, kondisi atap rumah yang lapuk menyebabkan air hujan sering masuk, sementara beberapa bagian dinding sudah rapuh dan nyaris ambruk....
【Travel】
Baca SelengkapnyaWabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
TravelWHO baru saja menetapkan status darurat kesehatan masyarakat global akibat merebaknya wabah Ebola di Kongo dan Uganda. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan lebih dari 300 kasus suspek bergejala berat telah terdeteksi dengan angka kematian mencapai 88 korban jiwa....
【Travel】
Baca SelengkapnyaHantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
TravelPenyakit akibat tikus memiliki perbedaan mendasar meskipun sama-sama ditularkan oleh hewan pengerat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Anak Perwira Polisi Pembuat Lomba Rasis Rp100 Ribu
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- BPJS Kesehatan Perluas Cathlab untuk Pasien Jantung
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- Kunci Gitar Senyum dari Matahari Idgitaf Dicintai
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
Artikel Terbaru
Atap Sekolah Ambruk di Sragen, Siswa Luka-luka
Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat Diborgol ke Rutan Bareskrim
WHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
Tautan Sahabat
- Timnas Indonesia Hentikan China, Jepang Lawan di Final Piala Asia U17
- Dick Advocaat: Pelatih Tertua Piala Dunia Timnas Curacao
- Petkovic Bawa Aljazair ke Piala Dunia 2026
- AC Milan Cuci Gudang, Rafael Leao dan 4 Pemain Lain Dijual
- Jonathan David: Warisan John Herdman di Piala Dunia 2026
- Thom Haye Bawa Persib Ungguli PSM Makassar 0-1
- Prediksi Sevilla vs Real Madrid, Laga Degradasi Los Nervionenses
- Persis Solo di Ujung Tanduk: 2 Skenario Selamat dari Degradasi
- Antonio Conte Tegaskan Juventus Tak Tergeser
- Ruang Perawatan Al Nassr Makin Sesak, Kondisi Memburuk