Lokasi: Berita >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berita814 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/lckosof35.html
Artikel Terkait
Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
BeritaErnando menilai insentif kendaraan listrik merupakan langkah positif dari pemerintah untuk mendorong perkembangan pasar otomotif di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat dihubungi Tribunnews....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKunjungan Wisatawan Indonesia ke Korea Terus Meningkat
BeritaKorea Tourism Organization Indonesia bersama sejumlah mitra industri perjalanan dan perbankan menggelar acara promosi pariwisata selama tiga hari mulai 15 hingga 17 Mei 2026. Pembukaan acara dilakukan oleh Direktur Korea Tourism Organization Indonesia, Kim Jisun, yang menyatakan kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan destinasi wisata Korea Selatan sekaligus mendorong minat masyarakat Indonesia untuk berkunjung ke negara tersebut....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPasar Eropa dan Amerika Incaran Ekspor Produk Kreatif
BeritaKementerian Perdagangan RI menegaskan produk UMKM lokal di sektor kreatif mampu bersaing di pasar Eropa, Asia, bahkan Amerika. "Pasar utama kita yaitu Amerika Serikat, Thailand, Hong Kong, Singapura, dan hingga Eropa....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Eza Gionino Bingung Status Istri Sah Tapi Pisah Agama
- BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Promo KPR, KKB, Cashback
- Pemulung Sampah Sukses Suplai Dapur MBG
- Kementerian ESDM Tanggapi WN Tiongkok di Tambang Emas Ilegal Sangihe
- Chord Lagu Senyumlah Andmesh dari C untuk Masalah Hidup
- Pertamina Optimalkan Jalur Laut Jaga Pasokan BBM
Artikel Terbaru
Real Madrid Patok Harga Jual Camavinga, Liverpool Antre
Rangkap Jabatan di Danantara Dinilai Ganggu Kinerja
PaDi Dioptimalkan, BUMN Perkebunan Perkuat Ekosistem UMKM
DPR Desak BI Optimalkan Devisa Ekspor Demi Rupiah
Kunci Gitar Ini Adalah Cinta Arsy Widianto Wijaya 80
Aplikator Ojol Dapat Komisi 8 Persen dari Ekosistem Digital
Tautan Sahabat
- Listrik Padam 6 Jam di Aceh, Pedagang Khawatir Bensin Genset Habis
- Prakiraan Cuaca Papua Barat: Kaimana dan Fakfak Berawan Tebal
- BMKG: Manokwari Berawan Tebal, Cuaca Papua Barat
- Polisi Ungkap Cekcok di Kamar Sebelum Pembunuhan di Kebumen
- Jokowi Yoga di Solo Jelang Safari Keliling Indonesia Juni
- Pertumbuhan Sekolah Tak Seimbang dengan Kualitas Berpikir
- Konten TikTok Hoho Alkaf Picu Pembakaran Mobil Kades
- Opera Batak Tona Sian Huta Tembus Panggung Nasional
- Mantan Kasat Narkoba Kubar Jalani Sidang Etik Hari Ini
- Kantor Bupati Bulungan Kaltara Ludes Terbakar Hebat