Lokasi: Kuliner >>
Cara Daftar Aplikasi SPMB Sumut Berkah 2026
Kuliner3579 Dilihat
RingkasanPendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Sumatera Utara melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah Tahap I akan berlangsung pada 18-23 Mei 2026, sedangkan Tahap II dilaksanakan pada 10-16 Juni 2026. Orang tua atau wali dapat mendampingi calon siswa baru untuk melakukan registrasi melalui aplikasi tersebut....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-SUMUT-2026-45W4EREWRWE.jpg)
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Sumatera Utara melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah Tahap I akan berlangsung pada 18-23 Mei 2026, sedangkan Tahap II dilaksanakan pada 10-16 Juni 2026. Orang tua atau wali dapat mendampingi calon siswa baru untuk melakukan registrasi melalui aplikasi tersebut. Melalui aplikasi ini, pengguna bisa memilih berbagai jalur masuk sesuai jenjang SMA/SMK dan melihat persyaratan yang dibutuhkan.
Mengutip laman resmi Disdik Sumut, berikut tutorial melakukan pendaftaran melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah. Pertama, unduh dan buka aplikasi SPMB Sumut Berkah di ponsel, lalu pilih menu "Daftar" untuk membuat akun dengan mengisi data diri seperti nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga. Setelah akun terverifikasi, calon siswa dapat login dan memilih jalur pendaftaran yang tersedia, seperti jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, atau prestasi.
Selanjutnya, unggah dokumen persyaratan yang diminta, seperti scan Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Ijazah atau Surat Keterangan Lulus. Pastikan semua data terisi lengkap dan benar, kemudian klik "Kirim" untuk menyelesaikan pendaftaran. Sistem akan memberikan nomor pendaftaran sebagai bukti registrasi, dan pengumuman hasil seleksi dapat dipantau melalui aplikasi yang sama sesuai jadwal yang ditetapkan Disdik Sumut.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/l0td0df07.html
Artikel Terkait
Yusril Sebut Pemerintah Bisa Petik Hikmah dari Film Pesta Babi
KulinerYusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah melarang pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di kampus-kampus Indonesia. Menurut Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan tersebut, larangan hanya berlaku di beberapa institusi tertentu, sementara di Universitas Mataram dan UIN Mataram, Lombok, film itu tetap diputar tanpa hambatan....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaIran Sambut Diplomasi China-Pakistan di Tengah Konflik
KulinerPakistan telah menjalankan fungsi mediator secara profesional di tengah situasi geopolitik yang terus memanas, demikian pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani. Menurutnya, keterlibatan Islamabad menunjukkan pentingnya kerja sama negara-negara regional dalam menyelesaikan konflik tanpa campur tangan pihak luar....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaTrump Minta Bantuan Xi Jinping Tekan Iran.
KulinerKunjungan yang awalnya dirancang sebagai panggung kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kini berubah menjadi misi diplomatik kritis bagi Presiden Donald Trump yang tengah terdesak oleh krisis domestik dan luar negeri. Alih-alih restrukturisasi ekonomi besar-besaran, fokus utama Trump kini bergeser pada kesepakatan belanja komoditas seperti kacang kedelai, daging sapi, dan pesawat Boeing....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- ParagonCorp Luncurkan Smart Lab 2.0 untuk Riset Kosmetik Presisi
- Iran Ingin Upayakan Perdamaian, Termasuk Lebanon
- Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru Selat Hormuz
- Diaspora Indonesia Meriahkan Fukuyama Rose Festival Raih Pujian
- Strategi Jakarta Candle Naik Kelas Lewat Inkubasi BRI
- Rusia Hujani Ukraina dengan 3.170 Drone dalam Sepekan
Artikel Terbaru
Dede Sunandar Talak Tiga Cerai dengan Karen Hertatum
Trump: Iran Tak Bisa Ambil Uranium dari Reruntuhan Nuklir
Menlu Singapura Dukung RI Hadapi Krisis Energi
Citra Satelit Tunjukkan Kebocoran Minyak di Pulau Kharg, Iran Bantah
Rupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis
Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru Selat Hormuz
Tautan Sahabat
- Polisi Jepang Tangkap 14 WNA, WNI Overstay Hampir 7 Tahun
- AS Desak Iran Penuhi 5 Tuntutan Baru, Uranium Jadi Taruhan
- Elon Musk dan 17 Bos AS Temui Xi Jinping di China
- Iran Ingin Upayakan Perdamaian, Termasuk Lebanon
- Iran Akui Ekonomi Lumpuh Akibat Perang, Infrastruktur Hancur
- WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Kesehatan Global
- Polisi Tokyo Tangkap Eks Bos MTU Jepang Kasus Rp170 Miliar
- Pemimpin Al-Qassam Tewas, Negosiasi Gaza Terancam Gagal
- PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
- Jepang Bentuk Kelompok Kerja Khusus Kerjasama Pertahanan dengan RI