Lokasi: Travel >>
SMA Al Hikmah IIBS Batu Resmi Adopsi Kurikulum IB
Travel353 Dilihat
RingkasanSekolah berbasis pesantren secara resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SMA-Al-Hikmah-International-Islamic-Boarding-School-IIBS-3.jpg)
Sekolah berbasis pesantren secara resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global. Jaringan IB dikenal luas memiliki standar akademik ketat, pendekatan belajar berbasis penyelidikan (inquiry-based learning), serta fokus pada kesiapan siswa menghadapi tantangan abad ke-21.
"Menjadi sekolah IB bukan sekadar mengejar pengakuan internasional. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat, berwawasan global, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam," ujar Ahmad Fais dalam keterangannya. Ia menambahkan, langkah besar ini diharapkan membuka karpet merah bagi para siswa untuk mengakses perguruan tinggi top, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari itu, kurikulum IB dipercaya bakal memperkuat ekosistem belajar yang memicu kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, hingga kepedulian sosial tinggi pada diri siswa. Status IB ini sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam mencetak generasi pemimpin global yang berakar pada nilai keislaman.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/kwvtmsryx.html
Sebelumnya: Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Berikutnya: Honda Patenkan Motor Trail Listrik Rasa Konvensional
Artikel Terkait
BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
TravelWuling Atto 1 menjadi pilihan mobil listrik kompak yang menyasar konsumen urban dan pengguna pertama kendaraan listrik di Indonesia. "Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan listrik yang praktis, efisien dan mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari terus berkembang," kata Eagle Zhao dikutip Jumat (15/5/2026)....
【Travel】
Baca SelengkapnyaPendaftaran SM Fast Track UNNES Dibuka 1 Juni 2026
TravelProgram percepatan studi ini menjadi salah satu jalur yang memungkinkan mahasiswa sarjana melanjutkan ke jenjang magister lebih cepat melalui sistem terintegrasi. Pendaftaran dilakukan secara online mulai 1 Juni - 4 Agustus 2026 pukul 15....
【Travel】
Baca SelengkapnyaKunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 191
TravelSiswa diminta membaca teks persuasi lain untuk mengidentifikasi penggunaan kata penghubung bermakna tujuan dan hubungan waktu. Aktivitas ini merupakan bagian dari analisis teks persuasi yang bertujuan melatih kemampuan memahami struktur dan makna kalimat....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Pelarian Keisya Levronka Mudah Dimainkan
Verifikasi Rapor SPMB Jatim 2026 Dibuka Hari Ini
Kunci Jawaban PKN Kelas 10 Halaman 188 Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD Halaman 168 Bunyi
Pria di Surabaya Lecehkan Gadis Saat Nonton Festival
Unpad Buka Pendaftaran Magister PJJ 2026 Full Daring
Tautan Sahabat
- Rieke Diah Pitaloka Kritik Perlindungan Korban Kasus Erin vs ART
- Rien Wartia Tolak Damai, Tempuh Jalur Hukum untuk Efek Jera
- Ibunda Alyssa Daguise Cerita Dampingi Persalinan Normal
- Amanda Manopo Caesar, Kenny Austin: Ikuti Saja Keputusan
- Wardatina Mawa Bersyukur Setelah Berpisah dari Insanul Fahmi
- Ammar Zoni Kembali ke Nusakambangan, Aditya Zoni Bicara Asmara
- Maia Estianty Bahagia Jadi Nenek Usai Putri Al Ghazali Lahir
- Ammar Zoni Ajukan PK, Peluang Sukses Dinilai Kecil
- Nikita Mirzani Jalani Operasi Pergeseran Tulang Belakang di Penjara
- Tasya Farasya Cerai, Takut Dampak Mental Anak