Lokasi: Pendidikan >>
6 Keunggulan Kuliah di PTKIN, Pendaftaran Ditutup 30 Mei
Pendidikan79 Dilihat
RingkasanUM-PTKIN 2026 masih membuka pendaftaran hingga 30 Mei 2026, mengajak generasi muda Indonesia bergabung ke PTKIN yang berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi modern. Abdul Aziz menyatakan PTKIN mengintegrasikan sains, teknologi, riset global, dan penguatan karakter berbasis moderasi beragama untuk membentuk lulusan adaptif, beretika, dan berdaya saing internasional....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UM-PTKIN-2026.jpg)
UM-PTKIN 2026 masih membuka pendaftaran hingga 30 Mei 2026, mengajak generasi muda Indonesia bergabung ke PTKIN yang berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi modern. Abdul Aziz menyatakan PTKIN mengintegrasikan sains, teknologi, riset global, dan penguatan karakter berbasis moderasi beragama untuk membentuk lulusan adaptif, beretika, dan berdaya saing internasional. UM-PTKIN 2026 dapat diikuti lulusan MA, MAK, SMA, SMK, SPM, PDF, PKPPS, dan sederajat tahun 2024, 2025, dan 2026.
Peserta dapat memilih maksimal tiga program studi pada PTKIN maupun PTN serta menentukan lokasi ujian secara mandiri. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi dengan biaya Rp 200.000 (Dua ratus ribu rupiah), belum termasuk biaya tambahan jika menggunakan bank selain Bank Mandiri. PTKIN terus bergerak menuju internasionalisasi dan digitalisasi melalui tiga pilar utama untuk menyiapkan kompetensi profesional dan karakter unggul.
Melalui UM-PTKIN 2026, institusi ini membuka kesempatan luas bagi generasi muda menjadi bagian dari ekosistem akademik inklusif, inovatif, dan berdaya saing. Abdul Aziz menegaskan PTKIN hadir sebagai institusi yang mengintegrasikan ilmu, nilai, dan karakter dalam lingkungan akademik modern. Pendaftaran masih dibuka hingga akhir Mei 2026 bagi lulusan berbagai jenjang pendidikan menengah.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/iw672jpf3.html
Artikel Terkait
Pemuda Lampung Akui Jual Motor Demi Hindari Cicilan
PendidikanMRP mengakui telah merekayasa laporan pembegalan sepeda motor setelah Polresta menemukan kejanggalan dalam penyelidikan. Motor yang disebut dirampas tiga pelaku bersenjata itu ternyata telah dijual sendiri oleh MRP untuk melunasi utang dan kebutuhan hidup....
Baca SelengkapnyaAhmad Dhani Bujuk Safeea Korban Bully, Sebut Haters Deterjen 78
PendidikanDhani tidak menampik putrinya sering menjadi sasaran empuk warganet yang membully dengan komentar pedas, ditambah pernyataan yang dianggap hoaks dari Lita Gading. Demi menjaga mental dan psikis putrinya, suami Mulan Jameela itu memberikan edukasi agar sang anak tetap kokoh dan mampu menghadapi nyinyiran warganet....
Baca SelengkapnyaRien Wartia Tolak Damai, Tempuh Jalur Hukum untuk Efek Jera
PendidikanErin memilih melanjutkan proses hukum karena merasa tuduhan terhadap dirinya telah merusak nama baik dan reputasi. "Saya bukannya nggak mau damai, tapi nama baik saya sudah dirusak," kata Erin dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Kamis (21/5/2026)....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Anak Deddy Dores Nekat Jual Mata, Sang Ayah Mengaku Gagal
- Keluarga Nikita Mirzani Bantah TPPU, Minta Keadilan
- Calvin Dores Jual Mata Rp350 Juta, Sosok Peminat Disorot
- Ayu Ting Ting Buka Suara soal Pria di Bioskop
- Lewandowski Rival Ronaldo, Al Hilal Siapkan Gaji Rp1,8 Triliun
- Raffi Ahmad Biayai Pertemuan Ressa dan Aisha di Singapura
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Hoaks Media Sosial Picu Rendahnya Imunisasi Anak Aceh
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia