Lokasi: Bisnis >>
Yudi Latif Peringatkan Bahaya Elite Akademik
Bisnis4484 Dilihat
RingkasanDalam dunia pendidikan, meritokrasi merupakan sistem yang memberikan penghargaan atau kesempatan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan usaha individu, bukan karena latar belakang sosial, ekonomi, maupun keturunan. Yudi Latif, cendekiawan muda yang juga Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia, menyatakan sistem meritokrasi memang memberikan penghargaan terhadap prestasi dan kemampuan individu, namun di sisi lain sistem tersebut juga dapat melahirkan kelompok elite baru berbasis capaian akademik....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Akses-Pendidikan-Tak-Merata-Yudi-Latif-Ingatkan-Bahaya-Elite-Akademik.jpg)
Dalam dunia pendidikan,meritokrasi merupakan sistem yang memberikan penghargaan atau kesempatan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan usaha individu, bukan karena latar belakang sosial, ekonomi, maupun keturunan. Yudi Latif, cendekiawan muda yang juga Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia, menyatakan sistem meritokrasi memang memberikan penghargaan terhadap prestasi dan kemampuan individu, namun di sisi lain sistem tersebut juga dapat melahirkan kelompok elite baru berbasis capaian akademik. Hal itu disampaikan Yudi dalam diskusi publik bertajuk “Meritokrasi Pendidikan” yang dimoderatori Dr. Susetya Herawati, ST., M.Si dari Yayasan Suluh Nuswantara Bakti dan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muchlas Samani, Amich Alhumami, Ph.D, Dhitta Puti Sarasvati, M.Ed, serta Iman Zanatul Haeri, M.Pd.
Yudi mengatakan meritokrasi selama ini cenderung dipahami secara positif, namun dalam praktiknya sistem tersebut dapat bersifat positif maupun negatif tergantung konteks sosial dan karakter penerapannya. Menurut dia, akar persoalan pendidikan di Indonesia saat ini terletak pada ketimpangan kualitas antarwilayah, di mana distribusi guru dan sekolah bermutu yang belum merata membuat sejumlah daerah jauh lebih diuntungkan dibanding wilayah lainnya. Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses karena guru dan sekolah bermutu menumpuk di Jawa, sementara wilayah lain tertinggal.
Ia menilai penerapan meritokrasi yang hanya bertumpu pada nilai akademik berisiko melanggengkan diskriminasi apabila titik awal masyarakat dalam memperoleh pendidikan berkualitas tidak setara. Kondisi tersebut, lanjut Yudi, juga terlihat dalam proses seleksi beasiswa bergengsi seperti LPDP, di mana tanpa kebijakan afirmasi yang kuat, peserta dari wilayah Indonesia Barat akan terus mendominasi karena sejak awal memiliki ekosistem pendidikan yang lebih mapan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/it314n9ee.html
Artikel Terkait
Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
BisnisTAC Manado menjadi peserta dengan perjalanan terjauh di GR DAY 2026 setelah menempuh rute sepanjang 3. 027 kilometer dari Manado menuju Jakarta menggunakan Toyota Agya generasi pertama....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaIdul Adha Terasa Berbeda bagi Ashanty Tahun Ini
BisnisAshanty dan Anang Hermansyah merasakan pengalaman pertama merayakan Idul Adha tanpa kehadiran kedua buah hati mereka, Arsy dan Arsya, karena tengah menjalankan ibadah haji di Arab Saudi pada tahun ini. Ashanty bersyukur bisa menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya bersama sang suami, meskipun harus meninggalkan anak-anak di Indonesia....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaSitha Marino Wujudkan Mimpi di Film Horor Kamu Harus Mati
BisnisSitha Marino menjalani pengalaman perdananya bermain dalam film bergenre psikologi horor Kamu Harus Mati. Bagi Sitha, proyek ini bukan sekadar pekerjaan baru, tetapi juga momen emosional yang membuatnya tak kuasa menahan air mata....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Audrey Bianca Stop Nasi Putih Demi Miss World 2026
- Pinkan Mambo Bantah Cari Panggung Lewat Isu Cerai
- Kuasa Hukum Bantah Sarwendah Ritual Pesugihan di Gunung Kawi
- Audrey Bianca Stop Nasi Putih Demi Miss World 2026
- Terjemahan Lirik Woman John Lennon: Ungkapan Emosi Campur Aduk
- Sinopsis See You at Work Tomorrow! Drakor Seo In-guk
Artikel Terbaru
Schaeffler Ekspansi Baterai EV Jangkau Pasar Kalimantan
Sarwendah Sindir Isu Pesugihan Gunung Kawi di Media Sosial
Eks ART di DPR Minta Anggota Dewan Tak Pilih Kasih
Pinkan Mambo Ratusan Kali Minta Cerai, Akhirnya Balikan
Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
Jennifer Coppen Umumkan Tanggal Nikah Sesuai Jadwal Justin Hubner
Tautan Sahabat
- Dede Sunandar Akui Perselingkuhan: Saya Tak Membantah
- Dituding Pesugihan, Pihak Sarwendah Seret Nama Jordi Onsu
- Afgan Cedera Pita Suara Akibat Terlalu Banyak Job
- Maia Estianty Bantah Beri Rumah untuk Al dan Alyssa
- VVONDERLAND Gandeng Alyssa Ananta di Lagu 'Blanket & Moon'
- Iwet Ramadhan-Dave Hendrik Ingatkan Bahaya Stres Usai Stroke
- Jadwal TV Minggu: Youth Doctor JAK TV, Rumpi TRANS TV
- Aditya Zoni Perjuangkan Ammar Zoni Kembali ke Jakarta
- Syifa Hadju Sebut Soleil Bayi Tercantik yang Pernah Dilihat
- Eza Gionino Kekeh Tak Cerai, Masih Suami Meiza Sah